KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Korsleting Listrik, Empat Rumah Warga Datarnangka Sagaranten Hangus

SAGARANTEN, RADARSUKABUMI.com – Mendekati Idul Fitri, peristiwa kebakaran kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Minggu, dua insiden kebakaran terjadi di tempat yang berbeda dan diduga penyebabnya adalah korsleting listrik. Yang pertama terjadi di di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Muata’alimin, Kampung Pangandegan RT 18/07, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Dan yang kedua Kebakaran terjadi di Kampung Tanjung, RT 6/1, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, sementara kerugian materi ditaksir mencapai Rp 650 juta.

Ponpes Riyadhul Muata’alimin Terbakar, Satu Santri Jadi Korban

Dalam insiden ini, sedikitnya empat rumah warga hangus dilalap si jago merah sekira pukul 16.00 WIB.  Tidak ada korban jiwa, namun keluarga korban mengalami kerugian materil hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran ini diduga penyebabnya dari korsleting listrik. Sebab, saat kejadian banyak tetangga korban yang melihat api sudah menjalar di atap rumah Solih (45), yang kebetulan sedang dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang bekerja. Selang berapa menit, api tersebut langsung merembet ketiga rumah warga milik Solihin (47), Jamal (42) dan Henhen (50).

Camat Sagaranten, Deni Ramdhan mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi kejadian untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Namun, api terlalu besar. Sehingga dalam waktu 50 menit, 4 bangunan itu langsung terbakar,” jelas Deni kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, empat bangunan rumah semi permanen yang hangus terbakar ini di isi 13 jiwa. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp500 juta. “Seluruh isi rumahnya hangus terbakar. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 17.00 WIB, setelah satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan laporan dari petugas BPBD Kecamatan Sagarenten, api yang menghanguskan empat rumah warga ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik.

“Petugas gabungan sudah berupaya maksimak untuk memadamkan api, namun upayanya tidak berhasil. Lantaran, kobaran api terlalu besar terlebih lagi bangunan rumah kebanyakan dari material yang mudah terbakar,” katanya.

Saat ini, seluruh kelurga korban kebakaran tersebut sudah dievakuasi oleh Muspika Kecamatan Sagarenten ke rumah saudara terdekatnya. “Berdasarkan assessmen petugas di lapangan, keluarga korban selain membutuhkan tempat tinggal baru, juga mereka perlu bantuan sandang pangan, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya. Kita sudah laporkan mengenai kondisi ini kepada pimpinan. Insya Allah dalam waktu dekat ini, kita akan distribusikan bantuan kepada para korban,” pungkasnya. (Den/bam/d)

Tags

Tinggalkan Balasan