POLITIK

JK dan Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia?

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Pertemuan rahasia capres 02 Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menyeruak. Pertemuan Prabowo dan JK dikabarkan terjadi pada Kamis sore (23/5).

Isu pertemuan JK dan Prabowo santer terdengar sejak Kamis sore. Saat itu, Prabowo tiba-tiba meninggalkan kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, tanpa diketahui ke mana tujuannya.

Prabowo meninggalkan Kertanegara ditemani oleh adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Ia tak didampingi tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Pertemuan Prabowo dan JK dilakukanpasca kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di DKI Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

JK meminta Prabowo dan Sandiaga Uno turun tangan menenangkan pendukungnya yang selama dua hari itu berunjuk rasa di depan Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

JK sendiri berusaha menghindar saat ditanya terkait pertemuannya dengan Prabowo Subianto. Ia hanya mengakui telah bertemu dengan banyak tokoh pasca
kerusuhan 22 Mei.

“Hari ini saya banyak bertemu tokoh-tokoh dan sahabat-sahabat. Itu saja yang bisa katakan,” ujar JK di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta.

Kabar pertemuan JK dan Prabowo dibenarkan oleh Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Maher Algadri.

“Benar (Prabowo bertemu JK). Ya biasa komunikasi, tukar pikiran,” ujar Maher kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

“Kan semua orang dalam keadaan kayak begini risau. telepon menelpon terjadi antara banyak orang. Ada yang menelepon Prabowo, yang di pemerintah ada, yang bukan pemerintah ada, yang pensiun ada. Biasa saja itu komunikasi politik itu biasa,” tambah Maher.

Maher mengatakan, pertemuan terjadi pada kemarin sore. Namun dia mengaku tak mengetahui di mana pertemuan digelar.

Maher menegaskan pertemuan JK dengan sang capres bukan untuk mengambil keputusan penting. Komunikasi dilakukan, hanya untuk mencairkan suasana.

“Bukan untuk mengambil suatu keputusan dan nggak bisa ngambil keputusan. Itu ada dua kubu yang jelas berbeda dalam kepentingan politik ya dalam pemilu ini. Tapi barangkali komunikasi gitu untuk mengencerkan suasana atau mengecek seberapa jauh pandangan pihak yang lawan bagaimana,” katanya.

“Kalau nggak kita stagnasi cuma ngotot pihaknya masing-masing,” imbuh Maher.

Menurut Maher, pertemuan itu menunjukkan bahwa Prabowo seorang Demokrat sejati.

Ia mengatakan bahwa mantan Danjen Kopassus itu menginginkan semua permasalahan diselesaikan dengan baik-baik.

“Pak Prabowo seorang demokrat, memang dia dibesarkan di alam barat. Komunikasi bagi dia penting. Jadi semua diselesaikan baik-baik,” kata Maher.

(one/pojoksatu/izo)

Tags

Tinggalkan Balasan