PILPRES 2019

Bulan Ramdan, Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan

SUKABUMI – Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al- Fath, Kh Fajar Laksana mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk menjaga ketrentaman, keamanan dan kedamaian. Apalagi dibulan yang penuh berkah dan ampunan ini sudah seharusnya kembali kepada fitroh atau kesucian.

“ Mari sama –sama berbuat baik, indonesia haris aman dan terntram, apapun bentuknya, ibadah kita , usaha kita pekerjaan kita kalau negara tidak akan akan tidak menjadi tenang,” ujar Fajar Laksana usai mengadakan acara dialog Ramadan dengan tema “Bulan Ramadan Menjadikan Indonesia Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghofur Melalui Silaturahmi Wihdatul Ummat”, di Aula Syekh Quro Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, kemarin.

Apalagi saat ini berkaitan dengan bulan ramdan, ada isu-isuk yang sedikit menganggu kenyamanan beribadah dibulan ramadan. Dirinya berharap setelah Pilpres ini, perbedaan – perbedaan yanga da ini menjadi alat pemersatu bangsa bukan untuk perpecahan. “ Bagaimanapun juga perbedaan itu adalah suatu sunatullah, tetapi perbedaan itu jangan menyebabkan perpecahan bangsa,”ungkapnya.

Fajar juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara dari pada kepentingan golongan dan kelompok tertentu. “ Oleh karena itu dialog ini dalam rangka syukur ada bulan ramdan dan NKRI tetap bersatu, utaman kepentingan negara dari pada kelompok,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Sukabumi, Agus Wawan Gunawan mengatakan sekaitan dengan tahapan-tahapan pelaksanaan Pileg dan Pilpres , Atas nama pemerintah Kota Sukabumi, menghimbau seluruh warga masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas kota, menjaga ketentraman dan ketertiban, tidak mudah terprovokasi apalagi memprovokasi. “ Yang paling utama mari kita menjaga kondusifitas Kota Sukabumi. Ketidak puasasan atas hasil KPU, jalurnya sudah ada, dan sudah disiapkan,” ujarnya.

Budayawan Sukabumi, Agung Priyaguna Irfan, mengatakan Kedepankan kearifan budaya sendiri dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa dan negara. Karena dalam kearifan lokal tuntunan untuk mengatur itu semua telah jelas dan cocok di segala jaman. “ Perbedaan dan keragaman itu sudah ada sejak dulu, bahkan Negara Indoneisa merdeka adalah hasil perjuang para pejuang yang berbeda-beda latar belakang dan daerah.” Ungkapnya.

Dengan mempertahankan dan mengoptimalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa sendiri, kata Agung tentu akan menguatkan kontruksi kebangsaan Indoensia yang memang dari awalnya terbangun dari kerangka kesadaran kolektif bahwa negara indonesia merdeka dan terbentuk dari hasil jerih payah. “ Serta modal kekuatan serta perjuangan bangsa sendiri dan bukan merupakan hadiah pemberian dari pihak lain,” pungkasnya.

Kegiatan dialog ini diselenggarakan oleh Pesantren Dzikir Al-Fath dan Lembaga Pemberdayaan Pesantren Dan Masyarakat (LP2M), dan dihadiri lebih kurang 200 peserta. Serta dihadiri oleh tokoh –tokoh Sukabumi. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan