KABUPATEN SUKABUMI

Rumah Gandi Terbakar

NYALINDUNG – Diduga korsleting listrik, rumah panggung milik Gandi (40), warga Kampung Kampas, RT 3/2, Desa/Kecamatan Nyalindung, ludes dilalap si jago merah, kemarin (20/5). Meski tidak ada korban jiwa, namun korban mengalami kerugian materil hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Camat Nyalindung, Antono mengatakan, peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 09.30 WIB ini, kali pertama diketahui oleh tetangga korban. Saat kebakaran seluruh keluarga korban tengah berada di luar.

“Berdasarkan laporan dari petugas lapangan, api diduga kuat dari korsleting listrik. Sebab, saat kebakaran tetangga korban banyak melihat api sedang menjalar di atas rumah Pak Gandi,” kata Antono kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, kemarin (20/5).

Setelah itu, tetangga korban langsung berteriak meminta tolong. Selang berapa menit warga dan pemerintah setempat langsung ke lokasi kejadian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Hanya 20 menit lamanya, bangunan rumah yang berukuran 4 X 6 meter ini hangus terbakar. Karena material bangunan terbuat dari bahan yang mudah terbakar,” ujarnya.

Seorang relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Nyalindung, A Achmad mengatakan, saat kejadian kebakaran pemilik rumah tengah menjemput anaknya ke sekolah. Namun, berdasarkan pengakuan tetangganya, api diduga berasal dari korsleting listrik. “Terlebih lagi, saat kejadian keluarga korban tidak sedang memasak atau menyalakan api,” katanya.

Saat ini, seluruh keluarga korban sudah dievakuasi ke rumah keluarga terdekatnya. Sementara untuk jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. “Hasil assessmen di lapangan, korban selain membutuhkan rumah baru, juga membutuhkan pakaian, sembako dan lainnya,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa, maka BPBD menghimbau kepada seluruh warga agar menggunakan kabel Standar Nasional Indonesia (SNI) di rumah masing-masing.

“Secara umum kebakaran di wilayah Nyalindung disebabkan karena korsleting listik. Untuk itu, disarankan agar warga selain menggunakan kabel SNI juga agar tidak banyak membuat pararel dalam satu kabel. Sebab dapat menyebabkan korsleting. Sehingga terjadi kebakaran,” pungkasnya. (Den/d)

Tags

Tinggalkan Balasan