Pemerintah Kota SukabumiSUKABUMI

Imbauan Penting dari Dinkes Kota Sukabumi tentang Cacar Monyet

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengaimbau kepada warga Kota Sukabumi untuk mewaspadai potensi penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox. Diketahui virus ini telah menyebar dan menginfeksi sejumlah orang di Singapura pada 9 Mei 2019. Saat ini, sudah ada 23 orang yang menjalani masa karantina karena positif terinfeksi cacar monyet.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr Lulis Delawati mengatakan, sesuai Surat Edaran Kemenkes RI Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox, pihaknya mengimbau agar masyarakat Kota selalu berperilaku hidup sehat dan bersih.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Sukabumi agar selalu dan menjaga perilaku hidup sehat dan bersih agar terhindar dari potensi segala macam penyakit, termasuk cacar monyet yang sekarang sedang viral ini,” kata Lulis kepada Radarsukabumi.com, Rabu (15/5/2019).

Untuk itu, Dinkes Kota Sukabumi sesuai surat edaran tersebut, jelas Lulis akan melakukan sejumlah hal. Di antaranya, menyebarluaskan informasi tentang virus cacar monyet atau monkeypox kepada masyarakat dan fasilitas layanan kesehatan di wilayah Kota Sukabumi.

“Lalu, jika ada laporan kasus suspek monkeypox kami segera melakukan upaya pengendalian awal dan melaporkannya ke Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit agar segera ditindaklanjuti lebih serius,” ujar Lulis.

Lebih lanjut, Lulis menjelaskan bahwa berdasarkan data World Health Organization (WHO), Afrika Tengah dan Afrika Barat adalah daerah endemis cacar monyet atau monkeypox yang penularannya melalui gigitan hewan pengerat. Gejala cacar monyet ini sendiri mirip dengan cacar biasa tapi lebih ringan dengan masa inkubasinya 5 sampai 21 hari.

“Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Ruam pada kulit muncul pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi cairan nanah, kemudian mengeras. Biasanya butuh waktu 3 minggu sampai ruam nya hilang,” papar Lulis.

“Dan penyakit ini sembut sendiri dengan gejala berlangsung selama 14 sampai 21 hari,” tambahnya.

Untuk itu, Lulis menyarankan kepada masyarakat Kota Sukabumi jika mendapati kasus yang mirip seperti pemaparan tersebut, segera melaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Sukabumi atau puskesmas dan rumah sakit terdekat lainnya.

(izo)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *