Bisnis

Bawang Putih-Daging Sapi Masih Impor

JAKARTA – Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan, pada periode menjelang Lebaran ini.

Ketersediaan stok diharapkan bisa mencegah kenaikan harga.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi optimistis, stok semua komoditas pangan utama masih cukup untuk memenuhi kebutuhan periode puasa-Lebaran 2019.

“Periode puasa-Lebaran ini juga berbarengan dengan masa panen,” katanya.

Agung mengakui, memang sempat ada kenaikan harga bawang merah dan cabai pada April lalu.

Hal itu disebabkan belum tibanya masa panen.

“Tapi, Mei, Juni, panen kita sudah lebih.

Malah saya khawatir harga itu jatuh,” ujarnya.

Meski demikian, dua komoditas yakni bawang putih dan daging sapi, masih di-support oleh impor.

Sebanyak 90 persen kebutuhan konsumsi nasional bawang putih berasal dari impor.

Agung menyebutkan, kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 600 ribu ton per tahun.

Jumlah itu bisa dicapai jika luas tanam mencapai 60 ribu hektare dengan asumsi panen 10 ton per hektare.

Padahal, kondisi saat ini, luas tanam baru mencapai 20 ribu hektare dengan perkiraan panen 200 ribu hektare.

Seluruh produksi dalam negeri ini dikonsentrasikan untuk ditanam kembali menjadi benih bawang putih.

Diharapkan, pada 2021 Indonesia sudah swasembada.

“Per hektarenya butuh 4 ton. Para importer juga kami wajibkan dedikasi 5 persen untuk dijadikan benih,” kata Agung.

Sementara itu, harga daging masih berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram untuk daging segar, sedangkan daging beku Rp80 ribu.

Agung menyatakan, ada alternatif daging kerbau yang harganya berkisar Rp50 ribu per kilogram.

Agung menyebutkan, kebutuhan konsumsi daging nasional mencapai 50-60 ribu ton, sedangkan produksi dalam negeri hanya berkisar 40 ton.

Sisa sekitar 20 ribu ton disuplai dari impor dan dibantu stok dari Bulog.

(tau/c5/oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *