SUKABUMIWISATA

30 Menit Sebelum Buka, Berburu Sunset di Atas Karangpara

Melihat Cara Ngabuburit Warga Sukabumi

Dendi Koeswara, Gunungguruh

KEBIASAAN warga Kabupaten Sukabumi dalam menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit, masih menjadi budaya yang tidak bisa ditinggalkan setiap bulan Ramadan. Ada yang berkumpul bersama teman-teman dan keluarga di tempat wisata, jalan dan arena publik lainnya.

Kali ini, Radar Sukabumi mendatangi tempat wisata alam di Kampung Kebon Pala, RT 1/11, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh yang biasa disebut tempat wisata Karangpara. Ya, setiap petang selama bulan Ramadan lokasi ini selalu ramai pengunjung.

Seperti diketahui, objek wisata Karangpara ini merupakan wisata alam yang di sekeliling penuh dengan bebatuan. Di atas ketinggian bukit ini, pengunjung bisa melihat pemandangan yang ada di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Mulai dari bentangan alam berupa pegunungan, sungai, sawah hingga pesawahan. Ya, pemandangan ini tentunya akan memanjakan mata para pengunjung.

Pengelola objek wisata Karangpara, Cecep Hidayat mengatakan, pada momen ngabuburit ini, lokasi wisata mulai ramai didatangi para pengunjung sejak pukul 15.30 WIB.

Pengunjung yang datang tidak hanya dari Sukabumi saja, ada juga dari luar daerah Sukabumi. “Tidak kurang dari 150 orang yang datang setiap harinya.

Ya Alhamdulillah, tempat ini masih menjadi salah satu tempat pavorit ngabuburit,” ujar Cecep Hidayat kepada Radar Sukabumi di lokasi.

Menurut Cecep, kebanyakan yang datang ini semata-mata untuk menghibur diri dengan menikmati pemandangan. Dari arah timur, wisawatan bisa menikmati keindahan Gudung Gede Pangrango.

Sementara dari arah selatan, mereka dimanjakan dengan Raja Siang yang akan berpulang. “Di sini pengunjung bisa melihat pemandangan alam yang sangat luar biasa indah.

Mulai dari gunung, bebatuan hingga sunset. Ya wajar saja, bila tempat ini masih menjadi tempat pavorit,” akunya.

Selain pemandangan yang sangat luar biasa indah, ujar Cecep, tiket masuk tempat ini pun sangat terjangkau. Pengunjung cukup dengan merogoh kantong sebesar Rp 3 ribu, keindahan pemandangan itu sudah bisa dinikmati.

“Gak mahal, cuma Rp 3 ribu masuk ke sini. Uang itu untuk mengelola tempat ini supaya tetap nyaman,” bebernya.

Cecep mengaku, selama bulan Ramadan ini, pengunjung mengalami peningkatan bila dibanding dengan hari baisanya. Peningkatan jumlah pengunjung ini, menjadi bukti bahwa wisata alam kini mulai diminati masyarakat banyak.

“Peningkatan jumlah pengunjung bertambah sekitar 15 persen dari hari biasanya. Untuk itu, dibulan suci Ramadan ini, sebelum pintu masuk karcis banyak pedagang kaki lima yang menjajakan aneka jajanan berupa makanan dan minuman.

Sehingga pengunjung taman yang ingin sekedar berbuka bisa di sini,” bebernya.

Salah seorang pengunjung asal Kampung Bojonglopang, Desa/Kecamatan Jampangtengah, Destri Nurhayati (26) menambahkan, objek wisata Karangpara merupakan salah tempat wisata yang diburu wisatawan untuk dijadikan tempat menunggu waktu berbuka puasa.

Ia sengaja datang ke Karangpara untuk ngabuburit sambil buka bersama dengan sejumlah teman-teman pabrik lainnya.

“Sangat menyenangkan menunggu magrib di sini. Pemandanganya bagus dan suasananya enak. Selain itu tempatnya juga bagus untuk foto-foto. Pokoknya keren,” pungkasnya. (*/d)

Tags

Tinggalkan Balasan