Politik Kabupaten SukabumiPolitik Kota Sukabumi

4 Petugas Gugur Dalam Pemilu

POLITIK SUKABUMI – Bergugurannya pahlawan demokrasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun ini di beberapa daerah, ternyata juga terjadi di Sukabumi.

KPU Kota dan Kabupaten Sukabumi merilis, sedikitnya ada empat orang yang gugur saat menjalankan tugas menjadi bagian dari penyelengara pemilu. Satu merupakan warga kota dan tiga merupakan warga Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan data yang dirangkum koran ini, keempat pejuang demokrasi ini gugur akibat kelelahan. Untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kota Sukabumi yang meninggal yakni bernama Tatang Sopandi. Ia bertugas di TPS 4 Kelurahan/Kecamatan Warudoyong.

“Iya, almarhum meninggal setelah beberapa hari memantau sortir lipat di Gudang logistik KPU sebelum pelaksanaan pemilihan. Almarhum berumur 48 tahun ini sempat demam tinggi sebelum meninggal,” ujar Anggota KPU, Agung Dugaswara, kemarin.

Sementara itu, sebanyak dua orang PPK di Kota Sukabumi harus menjalani istirahat. Mereka sakit akibat kelelahan lantaran bekerja ekstra sebagai petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Iya dua anggota PPK sakit. Anggota PPK Kecamatan Warudoyong dan Kecamatan Cibeureum. Kalau di Kecamatan Cibeureum, sampai harus dirawat di rumah sakit,” lanjutnya.

Faktor kelelahan kata Agung yang menyebabkan mereka sakit. Apalagi tugas PPK ini sangat padat mulai dari kedatangan logistik, hingga selesai Pleno.

“Pekerjaan mereka cukup maraton mulai dari datang logistik hingga tahapan lainnya. Kerja mereka ekstra, sehingga kesehatan mereka tergangu,” aku Agung.

Ditambahkannya, dalam mengantisipasi tumbangnya anggota PPK dalam tahapan pleno ini, telah dibuat ritme kerja. Diantaranya, dengan bergantian dalam tahapan pleno. “Bisa bergantian nanti prosesnya kalau ada yang kelelahan. Sehingga, ritme kerja bisa terjaga,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk mensiagakan dua orang tenaga medis dilokasi Pleno.

Sehingga, ketika ada petugas yang membutuhkan penanganan medis bisa cepat dibantu. “Belum lagi ditambah tenaga puskesmas keliling,” tukas Agung.

Sementara itu, untuk petugas KPPS Kabupaten Sukabumi yang gugur ada tiga orang.

“Berdasarkan laporan sementara, ada tiga orang yang meninggal. Rata-rata mereka kelelahan saat menjalankan tugas sebagai PAM TPS ataupun KPPS,” jelas Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman.

Diketahui, ketiga orang yang meninggal tersebut pertama Idris Hadi (64) warga Kampung Cipamutih RT.01/07 Desa Munjul Kecamatan Ciambar yang berada di TPS 18.

Almarhum meninggal pukul 02,00 WIB pada Kamis, 18 Mei 2019 usai menjalankan tugas sebagai PAM TPS. Selain kelelahan, korban juga mempunyai riwayat penyakit jantung.

Kedua atas nama Usman Suparman warga Kampung Selaawi RT 16 Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi. Hingga saat ini, belum jelas penyebab kematian korban yang bertugas sebagai PAM TPS. Tapi dugaan KPU menyebutkan karena kelelahan menjaga TPS.

Sementara untuk korban ketiga atas nama Siti Nurhasanah warga Desa Sukajaya Kecamatan Pabuaran. Korban yang merupakan anggota KPPS meninggal 20 April 2019 di Rumah Sakit Jampang Kulon usain pendarahan akibat keguguran.

“Para petugas KPPS kelelahan lantaran rata-rata penghitungan suara baru selesai pukul 05.00 pagi. Apalagi para petugas sebelumnya mesti begadang untuk menyiapkan TPS dan logistik,” jelasnya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, rata-rata itu selesai jam 5 pagi. Bahkan, ada yang berlanjut sampai jam 12 siang karena belum selesai menyalin hasil formulir yang cukup banyak.

“Selain meninggal, banyak juga petugas yang terbaring sakit setelah pemungutan suara. Hingga saat ini, kami masih melakukan pendataan terkait hal itu,” papar Ferry.

Disinggung soal santunan, Ferry menjelaskan KPU Kabupaten tak memiliki anggaran untuk itu. Namun, pihaknya akan melakukan penggalangan donasi untuk para korban.

“Kita sekarang lagi gerakan donasi, entah itu dari kawan-kawan KPU, KPPS, PPK dan lainnya. Agar sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” tukasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *