POLITIK

Saat Penghitungan Suara, Caleg PDIP Tasikmalaya Meninggal

TASIKMALAYA – Caleg PDIP Tasikmalaya meninggal saat penghitungan suara. Kabarnya, caleg bernama Euis Mulyati itu terkena serangan jantung akibat perolehan suaranya jeblok.

Caleg PDIP Kota Tasikmalaya Jawa Barat tersebut menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (19/4) sekitar pukul 05.00 WIB.

Almarhumah yang juga Wakil Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Tasik itu diketahui meninggal dunia karena sakit jantung sejak awal tahun.

Euis meninggal di kediaman kakak kandungnya di Perum Sambong Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya.

Jajaran pengurus PDIP mengantar kepulangan almarhumah yang dikebumikan di TPU Cinehel pukul 09.00 kemarin.

“Rekan kami adalah salah satu kader terbaik. Dulu beliau hanya kader biasa dan belakangan ini masuk struktur DPC sebagai wakil bendahara,” ujar Sekretaris DPC PDI P Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi saat ditemui di kantornya tadi malam.

Dia mengklarifikasi isu yang beredar bahwa almarhumah meninggal lantaran syok dengan hasil raihan suara di kontestasi Pileg 2019.

Sebab, penghitungan quick count di internal parpolnya baru sebatas pilpres dan akumulasi raihan suara parpol secara keseluruhan.

“Bukan karena syok atau lain sebagainya, kita pun baru sekian persen melakukan penghitungan untuk pilpres dan raihan parpol,” kata Kepler, sebagaimana dilansir Radar Tasikmalaya, Sabtu (20/4).

“Beliau kemungkinan kelelahan, karena selama sosialisasi begitu bersemangat dalam membesarkan partai dan menyukseskan pilpres maupun pileg,” ucapnya menceritakan.

Kepler mengaku kehilangan salah satu figur pengurus wanita yang terbilang loyal di parpol berlambang moncong putih itu. Apalagi, warga Perumahan Argasari Kecamatan Cihideung ini dikenal baik bagi pengurus.

“Beliau sering berkunjung ke DPC bawa makanan untuk teman-teman yang standby di sekretariat. Kita kehilangan salah satu kader terbaik,” kata dia yang juga caleg di dapil 1 tersebut.

Sahabat Euis, Santi Laelasari mengatakan rekannya tersebut belakangan sering keluar masuk rumah sakit. Untuk menjaga kondisi tubuhnya.

“Sekitar Januari (2019), almarhumah masuk Rumah Sakit Jasa Kartini dan TMC. Kemudian dirujuk dirawat di Jakarta bersama kakaknya yang tinggal di sana,” cerita dia.

Santi mengungkapkan setelah dirawat di Jakarta, Euis dipasang ring pada jantungnya. Sebab, dokter menjelaskan Euis mengidap Jantung Koroner yang harus ditangani secara serius.

“Setelah pulang ke Tasik, Teh Euis keluar masuk rumah sakit baik untuk check up medis atau pengobatan. Sudah punya historis memang kalau saya simpulkan beliau mengidap penyakit Jantung,” jelas Kepala Sekretariat DPC PDI Perjuangan itu.

Santi menambahkan di tengah gencarnya para caleg bersosialisasi, Euis turut serta sebagai caleg dapil 1 nomor urut 7.

Meski dalam kondisi yang terbilang kurang sehat. Mengingat, Euis sendiri sudah lama aktif di partai, termasuk aktif mengetuai salah satu komunitas pendengar radio di Kota Tasikmalaya.

“Tahun 2009 teteh (Euis) pernah nyaleg juga dengan saya di dapil 4. Periode 2014 tidak maju, dan maju kembali di Pileg 2019 ini di dapil 1,” imbunya.

“Jadi kalau isu syok dan kena serangan jantung kami kira tidak ada kaitannya,” tandas Santi.
(igi/one/pojoksatu)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *