KULINER

Dim Sum Karinda Emang Ajib..!

CIKOLE — Kota Sukabumi memang surganya bagi para pecinta kuliner. Berbagai dari makanan zaman dulu sampai kekinian pun ada di kota yang memiliki tujuh kecamatan tersebut.

Kali ini, ada jajanan yang sedang hangat dibicarakan kaum muda Kota Sukabumi. Yap, Dim Sum Karinda yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 12 Kota Sukabumi (samping Rumah Sakit Kartika) menjadi buah bibir para penikmat makanan.

Selain berukuran besar, makanan khas negara tirai bambu Cina itu pun enggak bikin kantong jebol alias murah. Dim sum sendiri merupakan hidangan ringan yang sering dihidang bersama teh Cina.

Pemilik kedai dim sum, Ida Karinda mengatakan dim sum karinda ini diambil dari nama belakang dirinya. Ia mengaku tidak memiliki trah atau keturunan Cina.

Ia hanya belajar secara otodidak dalam pembuatan dim sum tersebut.

“Berawal dari peluang usaha yang saya perhatikan belum ada yang jualan dim sum saat itu, lalu saya buat ukuran besar yang mengenyangkan dan juga harga yang pas di kantong pelajar.

Sejak pertama saya jualan ukurannya tetap sama tidak berubah,” ujar Ida kepada Radar Sukabumi.

Ia menjelaskan cita rasa yang diciptakan melalui dim sum miliknya ini sangat berbeda dari dim sum lain di Kota Sukabumi, sebab ada bumbu rahasia yang tidak pernah ia ubah sejak pertama kali membuatnya. “Sudah enam tahun saya jualan dan tidak ada perubahan rasa aslinya seperti pertama jualan,” aku dia.

Hal itu sambung dia, yang membuat pelanggannya tidak berpindah ke lain hati.

Ida menambahkan, dim sum karinda setiap hari buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21,00 WIB.

Untuk satu satu porsi hanya dibandrol Rp. 16 ribu. Tentunya sambung dia, harga ini sangat ramah dikantong masyarakat.

“Selain dim sum, kami sediakan juga Hakau dengan harga yang sama, dan ada puding leci untuk menu seger-segernya. Untuk puding kami beri harga hanya Rp. 10 ribu saja dengan ukuran besar juga,” ungkapnya.

Ia mengaku pernah coba membuka cabang di beberapa daerah Kabupaten Sukabumi, akan tetapi menurutnya animo masyarakat Kota Sukabumi lebih besar dibandingkan dengan warga di daerah kabupaten.

Saat ini, omset yang ia dapatkan setiap hari sudah lumayan tinggi. Hanya di ruko kecil dengan menyediakan empat meja saja, ia sudah bisa menjual lebih kurang 100 porsi setiap harinya.

“Belum lagi yang beli Hakau dan puding, wah pokoknya sudah sangat bersyukur sekali deh,” cuitnya.

Menu special yang selalu dicari pelanggan adalah dim sum ayam dan dim sum kepiting.

Ia berharap wisata kuliner di Kota Sukabumi semakin berkembang, ditambah dengan rencananya Tol Bocimi yang akan segera selesai di beberapa tahun kedepan.

“Semoga banyak wisatawan yang mampir dan main di Kota Sukabumi sambil cicip jajanan yang ada di sini dan memberikan kesan yang baik bagi mereka yang berkunjung,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pelanggan, Budi mengaku, sering berkunjung ke dim sum karinda untuk buah tangan istrinya. Ia mengaku sudah mengenal dim sum Karinda dari tahun 2015 dan menjadi pelanggan tetap.

“Rasa serta ukurannya sama sekali tidak berubah dari dulu,” akunya. “Salah satu kepuasan pelanggan yaitu sama seperti pertama membeli, harga boleh berubah namun rasa harus tetap mantul,” tambahnya.

Ia juga berharap para pengusaha lain yang akan memulai usahanya memang harus mencontoh dari dim sum ini. Cita rasa, ukuran dan pelayanan yang baik membuat dim sum Karinda terus maju hingga saat ini. (cr5/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *