Politik Kota Sukabumi

KPU: 5 TPS Dihitung Ulang

POLITIK SUKABUMI – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Sukabumi akan melakukan proses perhitungan suara ulang di lima Tempat Pemungutan Suara ( TPS).

Kelima TPS itu diantarnya TPS 26, 27, 28 dan 29 di Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang dan TPS 14 di Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong. ” Ini harus dihitung ulang, karena KPPS salah menentukan suara sah, sehigga menghitungnya berlebihan,” ujar Anggota KPU, Agung Dugaswara, (19/4).

Kesalahan dalam menentukan suara sah ini kata Agung KPPS menghitung saura sahnya terlalu banyak. Nanti perhitungannya itu akan dilakukan dilakukan saat Pleno tingkat PPK.

” Contohnya gini, ketika di coblos caleg menghitungnya jadi dua suara, dan jika yang dicoblos caleg dan partainya, dihitungnya juga dua, caleg dihitung partai dihitung. Lalu ketika dicoblos caleg 7 dan caleg 8, dua duanya malah dihitung juga,” teranganya.

Sehingga dengan perhitungan suara seperti itu akan terjadi penggelembungan suara. Makanya pihaknya mengintruksikan untuk dihitung ulang kembali disaksikan oleh saksi-saksi dan Pengawas Pemilu. “

Ini bukan masalah gejlok dan lainnya. Ini masalah pengelembuangan yang tidak sesuai, ini harus dihitung ulang di PPK,” jelasnya.

Menurut Agung kesalahan KPPS itu mungkin ketidaktahuan dan juga ada faktor Hoax. Soalnya sebelum pencoblosan ada informasi hoax yang viral dibeberapa tempat.

” Berita Hoaxnya itu nyobolos dua akan dapat dua suara. Ini cukup viral, mungkin saja karena faktor itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sukabumi tegaskan KPU harus menghitung ulang perolehan suara di tingkat TPS. Hal itu terkait ditemukan sejumlah masalah oleh Bawaslu Kota Sukabumi.

“Kita tegaskan KPU harus melakukan penghitungan ulang. Masa mencoblos caleg dan partai dihitung jadi dua suara,” ujar Ketua Bawaslu Kota Sukabumi Ending Muhidin

Menurutnya, proses penghitungan ulang tersebut bisa dilakukan di tingkat PPK. Hal ketika pelaksanaan pleno di tingkat PPK. “Kita minta penghitungan ulangnya di tingkat PPK nanti. Terkait jumlahnya, kami masih proses pendataan,” pungkasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan