KABUPATEN SUKABUMI

Skill Para Napi ‘Diasah’

WARUNGKIARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warungkiara terus berupaya membina kemandirian para Nara Pidana (Napi).

Ini agar mereka bisa hidup mandiri, baik secara mental, spiritual maupun ekonomi sehingga siap kembali hidup di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas III Warungkiara, Christio Nugroho mengatakan, di Lapas Warungkiara ini terdapat beberapa kegiatan pembinaan kemandirian yang diberikan kepada para Napi.

Seperti penggemukan sapi, peternakan ayam, puyuh, budidaya lele, peternakan domba, pengolahan pupuk organik, pertukangan mebeuler dan ukiran, pembuatan palet atau kotak telur, merangkai lampu hias, pembuatan cake dan bakery.

“Ini salah satu upaya kita dalam meningkatkan skill para warga binaan sehingga ketika mereka keluar dari sini bisa mengembangkannya untuk menciptakan usaha,” kata Christio kepada Radar Sukabumi, kemarin (17/4).

Kendati demikian, sambung Christio, tidak semua Napi bisa mengikuti pelatihan peningkatan skill tersebut. Adapun mereka yang tidak dapat ikuti itu ialah Napi yang terlibat narkoba, teroris dan korupsi.

“Karena sebelumnya kita melakukan semacam assessement terlebih dulu. Setelah persyaratan lengkap, baru mereka bisa mengikuti pelatihan. Napi kriminal umum yang diperbolehkan dan itu juga harus sudah setengahnya lagi dari masa tahanan,” ujarnya.

Dengan adanya pemberdayaan para Napi tersebut, Christia yakin dapat meningkatkan skill para Napi dan nantinya mereka mendapatkan upah dari hasil kerjanya.

Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga binaan agar lebih siap dan mandiri secara mental, spiritual dan ekonomi untuk kembali hidup baik di tengah masyarakat.

“Ketika sekill mereka terus diasah tentunya ketika mereka bebas dari masa tahanan akan bisa hidup mandiri dengan keterampilan yang sudah dimilikinya,” tandasnya.

Sebab itu, pihaknya terus berupaya mendorong agar para Napi bisa lebih terampil dan menyalurkan minat sesuai bakatnya masing-masing. Bukan hanya itu, Lapas Kelas III Warungkiara juga bekerja sama dengan beberapa pengusaha untuk pengembangannya.

“Ya, kami juga bekerjasama dengan pengusaha. Karena untuk melakukan pembinaan kepada Napi ini tentunya dibutuhkan orang yang ahli dalam bidangnya,” pungkasnya. (bam/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *