PILPRES 2019SUKABUMI

Sandiaga Diangkat Jadi Santri Annidzom

SUKABUMI– Kunjungan Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahudin Uno ke Sukabumi mendapatkan sambutan yang antusias dari ribuan pendukung militannya. Ia yang sebelumnya melakukan kampanye terbuka di Jalan Selakaso Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi, langsung melakukan kunjungan ke Pesantren Annidzom pimpinan Buya Abdullah Muchtar di Jalan Salabintana Desa Warnasari Kecamatan/Kabupaten Sukabumi.

Pasada kunjungannya tersebut, pria kelahiran tahun 1969 ini disambut ribuan warga dan santri yang sudah lama menunggu sejak pagi di area pesantren. Sandi yang menggunakan baju muslim berwarna putih, sarung hitam bercorak dan songkok anyam khas Riau itu terlihat semringah duduk disamping pimpinan Ponpes dan didampingi mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Selang berapa saat, Sandi terpaksa melepaskan songkok yang dipakainya dan diganti dengan kopiah atau songkok berwarna putih. Ia didepak menjadi tamu kehormatan, sekaligus diangkat menjadi santri Ponpes Annidzom. Buya Abdullah Muchtar sendiri yang memakaikannya langsung kepada Sandiaga Uno.

“Sebagai tanda pengangkatan saantri, kopiahnya harus diganti menjadi kopiah putih sebagai ciri khas santri Annidzom,” ujar pembawa acara yang dipandu Ajengan Muhammad Bachir.

Dalam kesempatannya, Sandi mengaku bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besat Pesantren Anndizom. Menurut dia, pondok Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu dan meningkatkan ketakwaan, tetapi bagaimana, para santri bisa menjadi entreuprener dan bisnisman yang unggul dan mampu menghidupkan pesantren itu sendiri.

“Saya bersama pak Prabowo ingin ada perubahan. Dengan program salah satunya Oke -Oce kita ingin perekonomian masyarakat maju,” ujar Sandi.


Ia pun berterima kasih dan meminta doa serta dukungannya dari seluruh masyarakt, agar bisa mengawasi jalannya pemilihan nanti. “Ingat TPS, Tusuk Prabowo-Sandi. Tunggu Penghitungan Suara dan TPS, Tempat Poto Selfie,” ungkap Sandi disambut gelak tawa yang menghadiri acara tersebut.


Sementara itu, Buya Abdullah Muchtar menitipkan pesan jika Prabowo-Sandi menang. Ia meminta, agar nilai-nilai keagamaan terus ditingkatkan dan lebih mementingkan kemaslahatan umat dan pro rakyat.


Buya pun menegaskan, pengangkatan Sandiaga Uno menjadi santri Annidzom sebagai jawaban atas isu yang mengatakan, jika Prabowo Sandi menang maka kegiatan adat keagamaa seperti tahlilan, maulidan serta lainnya akan dihapuskan. “Saya tegaskan itu semua tidak benar. Dan Sandiaga sudah menjadi santri Anndizom yang notabene sebagai pesantren salafi, “tegasnya. (why)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *