PENDIDIKAN

Siswa SMKN 1 Cibadak Juara 1 Entrepreneur Award

Jadi Pengusaha Muda dari Hobi Desain

PENDIDKAN SUKABUMI – Menjadi pengusaha tidak harus berumur dewasa, dan menamatkan pendidikan tinggi. Bahkan mereka yang masih berstatus pelajar pun bisa memulai usaha dan menjadi seorang entrepreneur sukses.

Seperti dilakoni Bayu Dzikrillah, siswa SMK Negeri (SMKN) 1 Cibadak, Sukabumi ini. Diusianya yang terbilang masih sangat belia, ia berhasil menjadi seorang entrepreneur sukses hingga mengantarkannya menjadi Juara 1 BSI Entrepreneur Award yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tingkat nasional, di awal April kemarin.

Memiliki hobi di bidang design grafis, ternyata membawa keuntungan bagi Bayu. Kemampuan mendesign sejak kecil, dimanfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Awalnya itu karena senang desain grafis terutama untuk program WPAP dan vector, salah satunya design wajah sangat cocok untuk kado ulang tahun ataupun kado lainnya,” kata Bayu kepada Radar Sukabumi, Minggu (7/4).

Dari situ karyanya ia posting di media sosial (Medsos). “Iseng diposting, eh ternyata banyak yang respon. Dari situ mulai kepikiran buat bikin usaha aja,” ujarnya yang memulai usahanya sejak satu tahun lalu tersebut.

Ketertarikan dengan program WPAP, selain karena ingin mengenalkan program asli buatan seniman Indonesia, juga ingin menyalurkan hobi di bidang desain grafis.

“Bagi saya pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar, dan tidak sedikit senior saya yang sukses menjadi seorang pengusaha lewat hobinya,” ujarnya.

Bayu yang belajar secara otodidak ini pun mulai membuka usaha dengan mengandalkan aplikasi di android, awalnya pemesan hanya dari teman-temannya. Lambat laun usaha itu mulai dikenal banyak orang, sehingga pemesanan pun mulai meramah ke luar negeri.

“Pemasarannya, Bayu manfatin medsos, kalau untuk ke luar negeri seperti Australia, India tetapi yang paling banyak pesanan itu ke USA. Jualin lewat website seperti fiverr, displate dan shutterstock,” terangnya.

Harga yang ditawarkanpun beragam tergantung kesulitan dan seberapa banyak wajah. Paling murah itu untuk di Indonesia bisa sekitar Rp50 ribu, tetapi untuk di luar negeri $5 atau sekitar Rp75 ribu dan yang paling mahal $20 atau setara Rp300 ribu.

“Alhamdulillah per bulan, rata-rata keuntungan Rp1,5 juta, dari modal itu biasa sewa laptop ke teman untuk pengerjaan sekarang udah bisa laptop sendiri,” imbuhnya.

Ia pun berharap dengan penghargaan pertamanya, bisa menjadi motivasi. “Semoga ke depan bisa mengembangkan usaha baik di Indonesia maupun di luar negeri,” pungkasnya. (wdy)

Tags

Tinggalkan Balasan