Hukum & KriminalSUKABUMI

MUI Minta Pendapat Masyarakat Soal Fatwa PUBG, Kumaha?

RADARSUKABUMI.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuka peluang untuk menerbitkan fatwa haram kepada gim laga PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). MUI bakal melakukan pengkajian sebelum menerbitkan fatwa haram.

“Jadi, tentu saja hal seperti itu akan diteliti. Kami punya namanya komisi pengkajian. Akan dikaji, lalu akan dibawa ke komisi fatwa,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Zaitun Rasmin ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Zaitun mengatakan, MUI bakal mengkaji efek buruk yang ditimbulkan PUBG. Jika gim itu membangkitkan seseorang menjadi teroris, maka fatwa haram akan terbit.

Fatwa Haram PUBG, MUI Jabar Mau Dikaji Dulu

“Kalau itu jelas-jelas mempunyai efek yang besar terhadap perilaku teroris, pasti akan dikeluarkan fatwa yang melarang. Tentu akan melarang kaum muslimin menggunakan game itu,” ucap dia.

Hanya saja, kata Zaitun, proses pengkajian dalam MUI bakal memakan waktu panjang. Selain pengkajian internal, MUI juga membutuhkan masukan masyarakat sebelum menerbitkan fatwa haram.

“Tetapi saya tidak akan mengatakan terlalu cepat tentang itu. Karena kami akan kaji dulu. Masukan masyarakat sangat diperlukan,” tegasnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tengah mempertimbangkan melakukan pengkajian fatwa haram terkait gim PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).

Upaya tersebut tidak lepas dari pascapembantaian jemaah salat Jum’at masjid di wilayah Christchurch, Selandia Baru, beberapa waktu lalu.

Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe’i mengatakan, bahwa mereka mendapat informasi yang beredar, pelaku menjalankan aksinya karena terinspirasi oleh gim RPG Mobile atau PUBG, dan gim ini sangat populer.

“Oleh karena itu, MUI Jabar saat ini sedang mencoba melakukan kajian terlebih dahulu terhadap dampak luas dari gim PUBG,” kata Syafe’i.

(JPNN/izo)

Tags

Tinggalkan Balasan