BOGOR

Guru Honorer K2 Bogor Tak Terpengaruh Janji Bang Sandi

BOGOR – Ketua Forum Komunikasi Honorer Kategori 2 (FKHK2) Kota Bogor, Ade Ismail mengaku tidak terpengaruh dengan janji politik yang terlontar dalam Debat Cawapres yang digelar KPU di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam.

Pada Debat Cawapres yang diikuti Cawapres 01 Ma’ruf Amin dan Cawapres 02 Sandiaga Salahudin Uno tersebut, dalam segmen pendidikan, Bang Sandi –sapaan akrab Sandiaga- melontarkan bahwa jika Prabowo-Sandi menang, maka seluruh guru honorer akan diangkat.

Menanggapi hal ini, Ade Ismail mengaku tak mau terbuai. “Itu (janji mengangkat semua guru honorer,red) merupakan perjalanan panjang. Harus nunggu Pilpres dulu, habis itu nunggu lagi. Akan direalisasikan atau tidak,” ujarnya.

Kepada awak media, Ade Ismail mengaku selama ini isu guru honorer kerap menjadi jualan politisi. Menurut Ade, pihaknya lebih memilih pembuktian ketimbang janji-janji.

Lagipula, lanjutnya, pemerintah sejauh ini sudah responsive dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Managemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Terbitnya aturan pengangkatan pegawai honorer tersebut, menurut Ade menjadi angin segar bagi honorer, baik guru, tenaga kependididkan, maupun honorer lainnya yang bekerja di beberapa instansi pemerintah. Terlebih para guru honorer juga sudah mengikuti tes terkait dengan PP P3K tersebut.

“Kami selaku honorer merasa lega dan mendukung itikad baik dari pemerintah, Sudah bukan janji lagi. Ada peraturan pemerintahnya, sudah ikut tes dan tinggal menunggu pengumuman hasilnya saja. Inilah yang kami tunggu dari pemerintah, pengumumannya,” jelas Ade. (*)

Tags

Tinggalkan Balasan