KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Ojol-Opang Ayo Damai, Lihat Videonya

KABUPATEN SUKABUMI – Perseturuan antara ojeg online (Ojol) dan ojeg pangkalan (Opang) masih belum berakhir. Meski berbagai upaya sudah dilakukan untuk meminimalisir gesekan antar keduanya, namun ternyata masih belum maksimal.

Kemarin (07/03) sekitar Pukul 19.00 WIB, ratusan pengemudi Ojol berbondong-bondong mendatangi Mapolsek Sukabumi, Resor Sukabumi Kota. Aksi tersebut dipicu lantaran salah seorang pengemudi Ojol diduga telah dianiaya oleh Opang saat melintasi daerah pangkalan ojeg Karawang, Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, pada Rabu (6/3) lalu.

Setelah menyambangi Mapolsek Sukabumi, ratusan pengemudi Ojol dari berbagai komunitas yang ada di Sukabumi ini, langsung mendatangi tempat kejadian dimana rekannya diduga mengalami penganiayaan oleh pengemudi opang.

Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi, aksi ratusan pengemudi Ojol ini, selain menjadi tontonan warga sekitar juga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Beruntung, petugas kepolisian sigap dan datang ke lokasi kejadian, sehingga ratusan Ojol tersebut langsung membubarkan diri.

“Kedatangan kami ke sini untuk mendesak pihak kepolisian agar segera menindak dan menangkap orang yang melakukan penganiayaan kepada rekan kami,” pinta Datura (21) seorang pengemudi Ojol asal warga Kampung Tipar, RT 11/12, Kecamatan Citamiang, kepada Radar Sukabumi, kemarin (7/3).

Peristiwa ini, sambung Datura, bermula saat pengemudi Ojol sedang mengantarkan salah satu anggota keluarganya menuju wilayah Desa Karawang. Namun saat ia pulang, tiba-tiba dicegat oleh beberapa pengemudi Opang. Tanpa basa basi, mereka langsung memukul helm korban.

“Saat itu, pengemudi Ojol sempat menjelaskan bahwa ia tidak membawa penumpang, melainkan hanya mengantar sepupunya ke daerah Karawang. Bahkan, ia juga memperlihatkan aplikasi di handphone miliknya sedang off line. Namun sayang, mereka tanpa berpikir panjang langsung menampar dan memukul ke arah muka pengemudi Ojol,” paparnya.

Aksi spontanitasi ini, sambung Datura, merupakan salah satu bentuk solidaritas pengemudi Ojol yang menjadi korban penganiayaan oleh para pengemudi Opang. “Kami tidak menerima terkait aksi pemukulan yang dilakukan oleh pengemudi Opang kepada pengemudi Ojol. Untuk itu, kami datang ke kantor polisi dan tempat mangkal pengemudi Opang,” imbuhnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Rizal didampingi Kaposlek Sukabumi, AKP Dedi menjelakan, saat ini pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti terkait penyebab ratusan pengemudi Ojol yang menyambangi daerah Karawang itu. Namun berdasarkan pemeriksaan sementara, kedatangan ratusan Ojol ini akibat adanya dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi Ojol yang diduga dilakukan oleh sejumlah pengemudi Opang.

“Saya belum mengetahui siapa korbannya, karena inforamasi yang kami terima baru sebelah pihak. Terblebih lagi, pihak kepolisian belum menerima laporan secara resmi baik dari korban maupun dari pengurus Ojol,” jelasnya.

Apabila korban tidak melapor ke Mapolsek Sukabumi maupun Polres Sukabumi Kota, maka pihak kepolisian tidak bisa melakukan tindakan apa pun. Untuk itu, pihaknya akan memanggil Koordinasi Ojol Sukabumi untuk melakukan komunikasi dan membahas peristiwa dugaan penyaniayaan ini.

“Kita selain akan melakukan penyelidikan, juga akan melakukan pemeriksaaan sejumlah saksi. Nanti, akan kita tindak siapa pun orangnya jika memang bersalah dan akan diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Desa Karawang Kec.Sukabumi Kab.Sukabumi @gojek_sukabumi @grab_sukabumi

Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Sukabumi (@radar_sukabumi) pada

(den/t)

Tags

Tinggalkan Balasan