KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Korsleting Listrik, Rumah Karnata, Ludes Terbakar

WALURAN – Diduga korsleting listrik, rumah milik Karnata (49), warga Kampung Sukasirna, RT 9/1, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, ludes terbakar dilalap si jago merah, Senin (4/3). Meski tidak ada korban jiwa, namun korban mengalami kerugian material hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, peristiwa yang terjadi pada pukul 08.00 WIB ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Saat itu, warga melihat api sudah membakar atap rumah yang disertai kepulan asap tebal.

“Saat kejadian seluruh keluarga korban tengah berada di ladang bersama kerabatnya yang berada di wilayah Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Jadi kondisi rumah sedang kosong,” jelas Camat Waluran, Kartowijoyo kepada Radar Sukabumi, Senin (4/3).

Mengetahui api sudah mengamuk, sambung Kartowijoyo, warga dan Muspika Kecamatan Waluran langsung menuju lokasi dan berupaya memadamkannya. “Namun api yang membakar rumah Pak Karnata cepat menjalar. Sehingga pada waktu 30 menit, bangunan rumah sudah hangus terbakar,” imbuhnya.

Mantan Sekmat Cikembar ini menyebutkan, api cepat menjalar dan menghanguskan rumah beserta isinya ini kantaran material rumah yang berukuran 6 x 12 meter ini terbuat dari bambu yang tentunya mudah terbakar.

“Saya sudah laporkan peristiwa ini kepada Pak Bupati Sukabumi melalui BPBD Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, bantuan dari pemerintah dapat segera datang untuk meringankan beban korban kebakaran ini,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan olah TKP dan keterangan dari sejumlah saksi, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik. Banyak warga yang melihat api pertama ke luar dari atap rumah korban.

“Dugaan kuat api muncul dari arus pendek listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Namun kerugian material diperkirakan Rp30 juta,” jelasnya.

Api dapat dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB, setelah warga dan Muspika Kecamatan Waluran berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Akibat kejadian ini, penghuni rumah sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

“Setelah menerima laporan dari tim di lapangan, BPBD langsung melakukan assessment ke lokasi. Mereka membutuhkan bahan material, baju layak pakai dan lainnya,” pungkasnya. (Den/d)

Tags

Tinggalkan Balasan