Hukum & Kriminal KotaSUKABUMI

Gadis Belia Digilir Dua Pria

KOTA SUKABUMI – Sungguh malang nasib AS (14), gadis asal Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi ini. Betapa tidak, setelah dikabarkan hilang tiga hari, gadis yang masih duduk dibangku SMP ini ditemukan tak berdaya karena diduga mendapat perlakuan asusila oleh dua pria.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, AS awalnya dikabarkan hilang dari rumah pada Sabtu (16/2) lalu. Sontak, keluarga dibantu warga setempat pun langsung melakuakan pencarian dan penelusuran.

Pencarian di hari pertama dan kedua tak membuahkan hasil. Namun pada Senin (18/2), AS ditemukan warga dalam keadaan lelah disekitar Jalan Cipelang.

Setelah keluarga menemukan AS, akhirnya terkuak bahawa ternyata dirinya mengaku dibawa oleh dua orang remaja yang baru dikenalnya lima hari lalu ke sebuah rumah di Kampung Kota Paris Kulon, Gang Attaqwa RT 01 RW 07, Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Selama dirumah itulah, gadis tersebut mengaku dicekoki minuman keras dan obat-obatan yang dicampurkan kopi sehinga tak sadarkan diri. Tidak hanya itu, setelah AS tak sadarkan diri, kedua remaja yang masih belum diketahui identitasnya melakukan aksi bejat kepada gadis itu.

Ditemui di Polres Sukabumi Kota saat melakukan pelaporan, Tati (45) yang merupakan bibi korban menceritakan kisah pilu keponakannya ini selama hilang.

Dari keterangan yang ia dapat dari korban, ternyata AS ini dibawa ke sebuah rumah di Kampung Kota Paris Kulon, Gang Attaqwa RT 01 RW 07, Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh.

Gadis Belia Diperkosa - Gadis Belia Digilir Dua PriaSelama dirumah itu, lanjut Tati, korban mengaku dicekoki minuman keras dan empat butir obat berwarna putih dan kuning yang dicampur kedalam segelas kopi. Pasca tidak sadarkan diri, korban mengaku mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari dua remaja itu.

“Korban ini menurut keterangannya dikunci disebuah kamar dengan kondisi tidak sadarkan diri karena dicekoki miras dan obat-obatan,” sebutnya.

Karena tidak terima atas perlakuan yang diterima keponakannya itu, akhirnya Tati melaporkan peristiwa itu ke Polres Sukabumi Kota dengan harapan kedua remaja itu segera ditangkap. “Tentunya harapan saya pelaku ini dihukum seberat-beratnya, sesuai apa yang telah dilakukannya karena telah merusak masa depan keponakan saya,” pintanya.

Korban yang tampak ikut dalam pelaporan itu masih terlihat mengalami trauma. Bahkan, korban belum bisa memberikan keterangan lengkap atas peristiwa yang dialaminya.

“Saya masih kelas 8 SMP, masih ingin meneruskan sekolah,” singkatnya. Saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi masih melakukan penyelidikan atas laporan yang diterimanya. (upi/t)

Tags

Tinggalkan Balasan