SEPAKBOLA

Indra Sjafri Incar Gelar Kedua

RADARSUKABUMI.com – Enam tahun lalu Indra Sjafri berhasil mengantarkan Indonesia meraih gelar di ajang Piala AFF U-19. Gelar tersebut terasa sangat berharga.

Sebab, itu merupakan gelar internasional pertama yang diraih timnas sejak meraih medali emas SEA Games 1991. Kini Indra berpeluang mempersembahkan gelar keduanya buat Indonesia. Kesempatan itu datang malam nanti di National Olympic Stadium saat timnas U-22 menghadapi Thailand di final Piala AFF U-22 2019.

Jika berhasil meraih trofi, Indra bakal mengukir sejarah. Pelatih 56 tahun itu akan menjadi arsitek pertama yang mempersembahkan gelar AFF U-22 buat Indonesia. Maklum, ajang AFF U-22 tahun ini merupakan debut bagi timnas. Sebab, turnamen tersebut sempat vakum selama 14 tahun. Thailand adalah negara terakhir yang menjadi jawara ketika turnamen itu diselenggarakan pada 2005.

”Semoga ini menjadi juara yang kedua bagi saya di timnas di level usia yang berbeda,” ucap Indra saat ditemui di sela-sela persiapan timnas kemarin. ”Ini merupakan periodisasi yang kami targetkan. Puncaknya saat final,” imbuhnya.

”Jadi, target pertama lolos babak grup. Kami tahu bahwa persaingan grup B ketat. Lalu, semua tim memiliki peluang yang sama. Kemudian, penampilan semakin baik sehingga kami mampu masuk semifinal. Kemudian, membawa pulang gelar juara ke Indonesia,” beber mantan pelatih Bali United tersebut.

Indra tak minder meski Thailand kerap menjadi batu sandungan bagi timnas. Dia ingin fokus ke tim sendiri. ”Mohon doa dari masyarakat Indonesia sehingga pemain bisa fokus. Jadi, hanya dalam waktu 2 x 45 menit, kami bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

Optimisme yang sama dilontarkan pelatih Thailand Alexandre Gama. Pelatih asal Brasil tersebut ingin mempersembahkan gelar pertamanya buat Thailand. Gama ditunjuk menangani timnas ThaiĀ­land U-22 akhir tahun lalu. ”Ini (Piala AFF U-22) sebetulnya hanya target antara. Ini hanya menjadi pijakan untuk menyempurnakan tim,” terang Gama.

Target utama Thailand adalah lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. ”Turnamen ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, terutama bagi para pemain muda. Memang tidak akan mudah. Kami mendapat banyak tantangan, tapi kami mampu melaluinya dengan baik,” lanjutnya. ”Untuk itu (juara), tinggal selangkah lagi. Kami berharap bisa memberikan yang terbaik,” pungkas mantan asisten pelatih timnas Korsel tersebut.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *