KOTA SUKABUMI

Tawuran.. Dua kubu anak SMP saling serang di Jalur Lingsel

CIBEUREUM – Tawuran di kalangan pelajar SMP di Kota Sukabumi kembali terjadi. Kali ini, pelajar dua SMP tersebut terlibat aksi saling serang di Jalur Lingkar Selatan, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum.

Belum diketahui korban jiwa atau pun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, keterangan yang di dapat dari saksi mata dua kubu siswa berseragam SMP itu terlihat saling serang di jalan dengan menggunakan senjata tajam dan gir sepeda motor yang telah di modifikasi.

Kepada Radar Sukabumi, saksi mata, Hery (34) atau biasa disebut Mbo warga Kecamatan Baros mengungkapkan, aksi saling serang tersbeut terjadi saat hujan lebat turun. Dirinya memperkirakan, kedua kubu anak sekolah tersebut berjumlah belasan.

“Saya lihat ada sekitar tujuh orang lawan tujuh orang dan kejadiannya sekitar pukul 14:00 WIB, kedua kubu bawa senjata tajam mulai dari celurit, golok dan gir motor. Satu kubu pake seragam SMP dan satunya lagi campur dengan anak yang berpakaian bebas,” ungkapnya, kemarin (22/2).

Tidak berselang lama setelah aksi tersebut terjadi, warga setempat bergegas membubarkan aksi tidak terpuji tersebut. Selanjutnya, kedua kubu anak SMP itu berhamburan melarikan diri. “Tidak lama sih, mungkin hanya itungan detik lah. Tapi ngeri juga soalnya pada bawa senjata tajam, saya pun tidak berani berhenti lama dan langsung melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Menyikapi kejadian itu, dirinya berharap agar pihak sekolah, orang tua dan masyarakat ikut terlibat dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak. Karena, jika terus terjadi dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa. “Jangan sampai ada korban jiwa, makanya semua pihak harus ikut terlibat dalam meningkatkan pengawasan, pembinaan maupun pengawasan,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Hasan Ashari menambahkan, terkait kejadian itu pihaknya belum mendapatkan informasi lengkap. Namun begitu, Dinas P dan K bakal langsung menindaklanjutinya. “Kami akan langsung tindaklanjuti tentunya, secepatnya akan kami cari tahu sekolah mana yang terlibat aksi Tawuran itu,” ungkapnya.

Walaupun begitu, Dinas P dan K selama ini telah melakukan pembinaan, pencegahan dan pengawasan terhadap aksi-aksi serupa. Bahkan, pihaknya telah memiliki sarua tugas cerdas berkarakter yang salah satunya bertugas untuk mengurangi angka Tawuran di kalangan pelajar.

“Tentunya, pembinaan terus kami lakukan di sekolah masing-masing ataupun melalui Satgas Cerdas Berkarakter, patroli pun dilakukan di tempat-tempat dan jam tertentu. Kami juga berkoordinasi dengan semua pihak terutama pihak keamanan,” pungkasnya. (upi/d)

loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close