KABUPATEN SUKABUMI

Polisi Buru Pelaku Lain

Dua orang Sudah Dibekuk

SUKABUMI — Dua pelaku penganiayaan pengemudi ojek online akhirnya dibekuk satuan reserse dan kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi, Selasa (19/2) sekira pukul 22.00 WIB. Kini kedua pelaku diamankan di Mapolres Sukabumi dan terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kepada Radar Sukabumi, Kapolsek Parungkuda Kompol Maryono Edy Suseno mengatakan, kedua tersangka ini diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan terhadap korban Ikhsan Kamil (26), pengemudi Ojol asal Kecamatan Cibadak. Dia dianiaya setelah mengantar penumpang di wilayah hukum Parungkuda pada Selasa (19/2) siang lalu. “Dua orang atas nama NN dan ES kami amankan pada malam harinya di proyek ayam Kampung Cibuntu, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug,” ujar perwira pangkat satu bunga melati ini, kemarin.

Berdasarkan pengakuan NN, lanjut Maryono, pelaku secara sengaja melakukan sweeping ojek online bersama puluhan rekannya di wilayah Cicurug. Ketika bertemu dengan korban, pelaku pun langsung memberhentikannya hingga terjadi penganiayaan. “NN ini ternyata sengaja melakukan sweeping Ojol. Nah ketika bertemu korban, dia langsung menghentikan kendaraan korban dengan memepet di depan Rumah Makan (RM) Bambu Kuring Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda,” ujarnya.

Berhasil dihentikan, pelaku langsung memukul bagian punggung serta kepala korban dengan menggunakan tangan. Tak cukup di situ, pelaku juga memaksa korban untuk membuka jaket Ojol yang sedang digunakannya. “Hasil pemeriksaan NN, ternyata rekannya ada yang turut serta, salah satunya ES. Kami pun langsung menangkapnya di lokasi yang berbeda. Hasil penyelidikan sementara, pelaku pemukulan ini diduga kuat lebih dari dua orang,” tandasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu para pelaku lainnya. Guna menjaga kondusifitas, kini kedua pelaku dititipkan di Polres Sukabumi. “Kami masih mengembangkan kasus ini dan memburu pelaku lainnya,”

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Yadi Kusyadi menjelaskan, pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus pemukulan tersebut. “Motifnya persaingan bisnis, pelaku tidak menginginkan adanya Ojol di wilayahnya,” jelas Yadi.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku terancam dengan pasal yang berlapis. Penyidik menjeratnya dengan pasal 170 dan 351 KUHPidana tentang penganiayaan. “Hukuman maksimal lima tahun penjara. Kami masih mengembangkan dan memburu pelaku lainnya,” pungkasnya singkat.

 

(Bam/d)

loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close