KABUPATEN SUKABUMI

11 Rumah Diterjang Angin Puting Beliung

SUKABUMI — Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, angin puting beliung menerjang Kampung/Desa Cihanjawar, Kecamatan Nagrak, Rabu (20/2). Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, namun belasan rumah mengalami rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, angin puting beliung ini terjadi bersamaan dengan hujan mengguyur wilayah tersebut sekira pukul 14.00 WIB. Suasana kampung sempat gaduh saat angin ‘membabi buta’ merusak belasan rumah milik warga.

“Satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang dan enam rumah rusak ringan. Jadi total ada 11 rumah yang kena dampak,” kata Kepala Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/2).

Dalam penanganan, sejumlah personel BPBD dibantu dengan warga sekitar melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Tidak hanya itu, petugas juga melakukan assessment untuk mendata nilai kerugain dan bantuan yang dibutuhkan para korban.

“Kami dibantu warga membersihkan puing-puing rumah yang rusak. Kerusakan rumah dibagian atapnya,” ulasnya.

Daeng mengaku, hingga saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi belum mengetahui jumlah kerugian akibat bencana tersebut lantaran petugas masih melakukan penghitungan. “Kerugian belum diketahui, karena petugas masih melakukan asassement di lapangan,” ujarnya.

Dengan banyaknya insiden bencana alam akhir-akhir ini, Daeng mengaku BPBD tak hentinya melakukan himbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaannya selama musim hujan ini, khsusnya bagi warga yang tinggal di pinggiran sungai dan berdekatan dengan tebing.

“Apabila terjadi bencana, diharapkan warga langsung melaporkan pada pemerintah setempat. Kami juga meminta agar warga selalu waspada jika sedang turun hujan karena bencana alam tidak bisa diprediksi,” imbuhnya.

Sementara itu, relawan bencana Kecamatan Nagrak, Micky mengatakan, sampai saat ini masih melakukan pendataan kerusakan akibat bencana itu.

“Kami dibantu warga dan pemerintah setempat membersihkan rumah yang mengalami kerusakan yang cukup parah. Untuk kerugian belum bisa disimpulkan,” singkatnya.

 

(Bam/d)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *