KABUPATEN SUKABUMI

Besok, Buruh Bakal Kepung Pendopo

GUNUNGGURUH – Persoalan buruh outsourcing PT Siam Cemen Group (SCG) di Jalan Raya Palabuan II, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh terus berlanjut. Buruh yang tergabung dalam Federasi Kehutanan Industri umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI) akan mengadukan PT SCG, PT Lina Jaya Persada, PT Matrix Mitra Sentosa, PT Ratu Buana Indonesia dan PT Mandala Kurnia Abadi kepada Bupati Sukabumi. Buruh merasa perusahaan tersebut telah mempermainkan para buruh.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) F-Hukatan KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna mengatakan, para buruh ini sudah sangat kecewa dengan sikap perusahaan karena dinilai tidak komitmen atas kesepakatan yang telah dibuat pada beberapa waktu lalu. Bahkan saat para buruh melakukan aksi pemasangan tenda di halaman pintu masuk perusahaan pada Senin (18/2), pihak perusahaan masih tidak merespon tuntutan para buruh. “Kami menuntut pihak perusahaan agar segera mempekerjakan kembali ratusan buruh yang di-PHK sepihak pada 2018 lalu,” jelas Nendar kepada Radar Sukabumi, kemarin (19/2).

Saat pihaknya melakukan aksi pemasangan tenda di pintu halaman pabrik, sejumlah perwakilan buruh langsung melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan yang dihadiri oleh Polisi Daerah Jawa Barat. “Namun sayang pertemuan saat itu belum juga menemukan solusi yang baik dari kedua belah pihak,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berencana akan membawa persolan tersebut kepada pimpinan daerah Kabupaten Sukabumi untuk mencari solusi soal tuntutan para buruh outsourcing PT SCG ini. “Sebetulnya kita sudah banyak bersabar dalam menyikapi persoalan ini. Namun kami menilai pemerintah tidak tegas dalam menyelesaikan persoalan buruh ini. Untuk itu, besok kita akan mendatangi Gedung Negara Pendopo Sukabumi untuk menyampaikan persoalan ini ke Bupati Sukabumi secara langsung,” imbuhnya.

Seorang buruh outsourcing PT SCG, Rois Mubarok (28) warga Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh mengatakan, para buruh merasa kecewa dengan perusahaan yang memproduksi semen tersebut. Sebab, sikap manajeman perusahaan dirasa telah mempermaikan para buruh. “Pihak perusahaan terus mengumbar janjinya kepada para buruh. Namun faktanya, hingga saat ini perusahaan itu tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

 

(Den)

Tags

Tinggalkan Balasan