PENDIDIKAN

Guru SMPN 2 Kadudampit ke Australia

SUKABUMI – Berkat ide cemerlangnya dalam menciptakan inovasi pembelajaran (Inobel) berbasis Science, Technology, Enginering, and Mathamatics (STEM) berupa Media AIGO (Aquaponik-Induksi Elektromagnetik), mengantarkan salah satu guru di Kabupaten Sukabumi bernama Abdul Aziz Rahman berangkat ke Australia.

Tepatnya di Charles Darwin University, Abdul mengikuti pelatihan tentang pembelajaran digital literasi.

Rencananya, guru yang sehari-hari mengajar IPA di SMP Negeri (SMPN) 2 Kadudampit, Kabupaten Sukabumi tersebut akan tinggal selama satu bulan, 25 Februari-27 Maret 2019.

“Alhamdulillah sangat beryukur saya bisa masuk seleksi ini, tentunya menjadi kabar bahagia dan saya sangat beryukur bisa terpilih,” ucapnya saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya SMPN 2 Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/2).

Dikatakannya, Media AIGO merupakan media pembelajaran berhubungan erat dengan keberhasilan model pembelajaran proyek berbasis STEM.

Di mana media itu merupakan media yang terdiri dari aquaponik (daur energi pada makhluk hidup) dan pembangkit listrik dengan ggl induksi (daur energi pada benda tak hidup), disatukan menjadi rangkaian yang tidak terpisahkan.

Bahan-bahan untuk membuatnya dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah ditemui. Bahan aquaponik terdiri dari aquarium, kayu, botol minuman bekas, dan pompa air.

Sedangkan bahan lainnya seperti tutup botol bekas, CD, dinamo, kabel dirangkai menjadi pembangkit listrik tenaga air.

“Aquarium disimpan pada bagian dasar. Disusun rangka kayu untuk penyangga aquarium, hidroponik, dan pembangkit listrik,” terangnya.

Pompa air ditempatkan pada aquarium, dengan selang pembuangan air menuju ke bagian atas yang akan menggerakan dinamo pembangkit listrik.

Air dari pembangkit listrik ditampung pada ember kemudian air mengalir pada hidroponik. Air yang mengandung unsur organik mengalir pada kanal-kanal hidroponik, sehingga diserap unsur organiknya oleh tumbuhan.

“Air kembali ke aquarium dalam keadaan bersih dari unsur organik,” jelasnya.
Adapun tujuan dari pembelajaran yaitu siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap daur energi pada makhluk hidup, dan benda tak hidup.

Dari hasil penyelidikan siswa dapat membuat prototif aquaponik dan pembangkit listrik sederhana.

“Pembelajaran ini memberikan pengalaman kepada siswa dalam merancang, melakukan penyelidikan, menarik kesimpulan berdasarkan data empiris pengamatan,” terang pria yang pernah meraih beasiswa S2 dari Dirjen Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Berkat Inobel yang ditulis menjadi sebuah karya, Abdul meraih penghargaan Best Practice Pembelajaran pada 2018, yang diselenggaran Kemendikbud melalui P4TK IPA.

Kini, ia pun sedang mempersiapkan diri untuk keberangkatannya ke Australia. Dari 40 peserta yang masuk seleksi, 15 guru lolos mengikuti Program 1000 Guru ke Luar Negeri.

“Sempat percaya gak percaysa, jadi dari 40 itu diselksi lagi dengan wawancara Bahasa Inggris, enggak berapa lama ada pengumuman saya lolos,” ucapnya sembari bersyukur.

 

(wdy)

loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close