PILPRES 2019SUKABUMI

Simulasi Pilpres 2019, Sukabumi Belum Tergoyahkan

Tapi di Pemilu 2019 ini, masyarakat sudah pintar menilai Jokowi yang sudah memberikan keberhasilan dalam membangun Indonesia khususnya di Sukabumi ini. “Kalau sudah tau hasil prestasinya, pasti suara Jokowi-Ma’aruf di Pemilu sekarang ini akan berubah,” jelasnya.

Makanya, TKD Kota Sukabumi mentargetkan kemenangan Jokowi-Ma’aruf ini bisa mencapai angka 60 persen. Apalagi survei terakhir di Kota Sukabumi ini, berada di 50- 50 persen dengan Prabowo-Sandi. “Alhamdulillah survei terakhir sudah juah dibanding pemilu 2014 yakni 30-70 persen. Kita yakin secara nasional Jokowi-Ma’aruf menang, begitupun di Kota Sukabumi,” bebernya.

Keberhasilan program-program seorang presiden Jokowi, kata Bagus, mempunyai nilai jual tersendiri. Itu yang nanti menjadi perhatian masyarakat dalam menentukan pilihan kepada Jokowi. Ditambah dengan sosok Ma’aruf Amin yang akan didukung oleh para ulama-ulama di Kota Sukabumi.

“Lihat saja, di Sukabumi ini sudah ada progres pembangunan yang bagus seperti halnya pembangunan jalan Tol Bocimi, pembangunan double track kereta api dan pembangunan Bandara di Sukabumi. Belum lagi program pak Jokowi mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyentuh membantu masyarakat. Keberhasilan itu yang harus kita pertegas kepada masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan upaya lain untuk memenangkan Jokowi-Ma’aruf di Kota Sukabumi ini kata Bagus, sudah menyerukan kepada partai koalisi dan juga Caleg partai untuk melakukan door to door ke masyarakat. Gaya tersebut yang memang harus dilakukan untuk menambah suara Capres 01 di Sukabumi ini. “Kita sudah melakukan konsolidasi dengan pimpinan partai untuk terus meyerukan semua kader dan Caleg menyentuh langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan TKD Jokowi-Maaruf Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi. Dirinya mentargetkan suara Jokowi- Ma’aruf di Kabupaten Sukabumi diatas 50 persen. Tim akan bergerak secara masif langsung menyentuh masyarakat. “Nanti diakhir Februari ini atau dua bulan memasuki hari H, akan bergerak secara masif yang dipimpin langsung oleh Tim Kemenangan Nasional,” jelasnya.

Tim ini kata Agus, akan melakukan konsolidasi dengan sembilan partai koalisi yang ada di Kabupaten Sukabumi. Intinya, seluruh partai koalisi terus menerut mensosialisasikan program-program pemerintah saat ini yang memang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Seperti akan ada Bandara, double track kereta api, jalan tol yang saat ini sudah berjalan, program PKH, indonesia sehat, indonesia pintar. Kita akan sosialisasikan itu langsung ke kampung-kampung, agar masyarakat tidak termakan isu-isu hoax,” katanya.

Dengan begitu, Agus optimis raihan suara Jokowi-Ma’aruf ini akan terus bertambah sesuai dengan melihat keberhasilan pemerintahan Jokowi. “Jokowi – Maaruf harus menang,” tegas Agus.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Kota Sukabumi, Faisal Bagindo mentargetkan kemenangan untuk calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Sandiaga Uno di Kota Sukabumi mencapai 80 persen. Dalam upaya pemenangan itu, tim koalisi partai sudah solid dan bergerak untuk memenangkan Prabowo-Sandi di masyarakat. “Kita yakin bahwa Prabowo Sandi akan mendapatkan suara tinggi dibandung 2014 lalu. Saat ini kita bisa meraih sebanyak 80 persen bahkan lebih,” ujar Faisal.

Struktur partai setiap partai koalisi sudah membuka jaringan melalui kader partai dan simpatisan menyentuh langsung masyarakat Kota Sukabumi. Bahkan lima elemen partai sampai ketingkat rayon sudah terkonsolidasikan dan saling menguatkan kemenangan. “Dari jauh hari kami sudah begerak, komunikasi, konsolidasi kelembangaan 5 partai terus berjalan dan kita saling melakukan evaluasi,” jelasnya.

Meskipun raihan suara Prabowo di Pemilu 2014 lalu itu menang dan bahkan beberapa survei di Kota Sukabumi pasangan Prabowo Sandi ini cukup tinggi. Meskipun seperti itu kata Faisal tidak akan membuat lengah untuk mengawal suara Capres nomor urut 02 ini. ” Kita tetap fokus dan tidak akan lengah untuk menjaga suara Prabowo Sandi di Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Mengapa banyak suara di Sukabumi kepada Prabowo Sandi, kata Faisal, harapan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini nampaknya sudah mulai berkurang kepercayaannya. Dimana di 2014 lalu, ketika Jokowi memimpin negeri ini banyak harapan masyarakat dari sosok Jokowi bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk bangsa ini.

” Tapi ternyata 4 tahun dia manggung, mana yang bisa diharapkan dengan program-program yang disajikan dalam kampanye 2014 lalu, seperti ada sesuatu yang tidak beres, dalam masalah pengadaan pangan seperti jagung, garam, gula, tapi saat ini malah impor. Angka inflasi keuangan terus meningkat, dari aspek hukum, yang terjadi saat ini sama saja seperti rezim yang dulu. Bahkan saat ini ada semacam tebang pilih,” bebernya.

loading...
Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close