PILPRES 2019SUKABUMI

Simulasi Pilpres 2019, Sukabumi Belum Tergoyahkan

Seperti diketahui, Jabar merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 33,270 juta jiwa. Jika dikerucutkan lagi, dari 27 kota/kabupaten di Jabar, 12 kota yang di simulasi Radar Bogor merupakan kota dan kabupaten dengan jumlah pemilih terbanyak. Sukabumi misalnya. Berdasarkan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah DPT di Kota dan Kabupaten Sukabumi mencapai 234.787.011 pemilih.

Untuk Kota Sukabumi, jumlah DPT ada 232.961 dengan rincian, 115.407 laki-lai dan 117.284 perempuan. Sedangkan di Kabupaten Sukabumi, jumlah DPT mencapai 1.826.011 pemilih. Dengan rincian, 905.040 laki-Laki dan 920.971 perempuan.

Meski paslon Prabowo-Sandiaga di atas angin, tapi perlawanan tetap dilakukan paslon 01 di beberapa kota/kabupaten. Misalnya Kabupaten Cianjur, selisih suara antara kedua paslon tidak terpaut jauh. Masyarakat yang mencoblos foto Jokowi-Ma’ruf di kota Santri itu sebanyak 281 suara. Sedangkan coblosan untuk Prabowo-Sandiaga 296 suara. Begitu juga di Kota Depok. Masyarakat yang mencoblos paslon 01 mencapai 330 suara. Sementara coblosan untuk paslon 02 sebanyak 401 suara.

Aswan kembali menegaskan, hasil simulasi pencoblosan di 12 kota/kabupaten ini tidak akan mempengaruhi suara pilpres 2019. “Simulasi ini adalah hal rutin yang kami lakukan menjelang pilkada atau pilpres. Semua itu semata-mata untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan kesiapan warga dalam menghadapi pemilu,” bebernya.

Sebagai perbandingan, hasil simulasi pencoblosan surat suara pilpres 2019 Radar Bogor, tidak berbeda jauh dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Juli 2018 lalu. Dalam hasil survei yang menggunakan metode stratified two stage random sampling itu, elektabilitas Prabowo unggul di angka 51,2 persen. Sedangkan Joko Widodo 40,3 persen.

Selain itu, berkaca dari hasil pilpres 2014 di Jawa Barat, Prabowo juga lebih unggul dibandingkan Jokowi. Dimana pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 59,78 persen suara. Sementara paslon Jokowi-JK mendapat 40,22 persen suara. Begitupun di Sukabumi, hasil pemilu 2014 di Kabupaten Sukabumi pasangan Prabowo-Hatta mendapat 829.802 suara atau 68 persen. Sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla, mendapat 392.927 suara atau 32 persen. Untuk di Kota Sukabumi Prabowo-Hatta memperolah 120.118 suara atau 69,4 persen sedangkan Jokowi-JK memperoleh 53.070 suara atau 30,6 persen.

Meski hasil simulasi menunjukan hal berbeda, Tim Kemenangan Daerah Jokowi- Ma’aruf Kota Sukabumi, Bagus Pekik optimis suara Jokowi di Kota Sukabumi bisa berubah lebih besar dibanding dengan hasil pemilu 2014 lalu. Soalnya, dulu itu Jokowi belum mempunyai prestasi yang terlihat oleh masyarakat karena dulu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

loading...
Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close