RS Betha Medika

Kenali Tanda-tanda Bendungan ASI dan Cara Mengatasinya

Melahirkan seorang bayi merupakan suatu peristiwa yang sangat dinantikan oleh seorang ibu. Setelah bayi lahir, tentunya hal yang ditunggu-tunggu adalah dapat memberikan ASI sedini mungkin, baik dengan persalinan normal ataupun dengan operasi sectio caesaria.

Air Susu Ibu adalah sumber nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh setiap bayi dan idealnya diberikan secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan dengan makanan pendamping sampai usia 2 tahun.

Oleh karena itu, sangat penting ibu memberikan ASI segera setelah melahirkan karena ASI pertama atau yang disebut dengan colostrum sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi.

Selain itu ASI mempunyai kandungan gizi yang khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi, diantaranya ASI mengandung lemak yang berperan penting dalam pertumbuhan otak, terdiri dari DHA (Decosahexanoic Acid) dan AA (Arachidonic Acid) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak, karbohidrat mempunyai manfaat yaitu mempertinggi absorbsi kalsium dan merangsang pertumbuhan lactobacillus bifidus yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Kandungan gizi lainnya pada ASI adalah protein, garam dan mineral serta vitamin.

Ibu yang dapat menyusui bayi nya segera setelah melahirkan akan memberikan kepuasan tersendiri. namun ada juga ibu yang mengeluhkan belum keluarnya ASI sehingga tidak bisa langsung memberikan ASI. Secara teori, ASI dapat ke luar pada hari kedua atau ketiga setelah melahirkan. Akan tetapi, bila asupan makanan ibu yang baik selama hamil dan psikologis yang baik pula tidak menutup kemungkinan ASI akan keluar setelah melahirkan. Selain itu hisapan bayi pun akan membantu memproduksi ASI.

Bayi yang langsung disusui segera setelah melahirkan tentunya akan membantu dalam kelancaran ASI karena ketika bayi menghisap payudara, hormon oksitosin membuat ASI mengalir dari dalam alveoli melalui saluran susu menuju reservoir susu yang berlokasi dibelakang areola, lalu kedalam mulut bayi.

Pengaruh hormonal bekerja mulai dari bulan ketiga kehamilan, dimana tubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara. Berhasilnya bayi menghisap ASI dipengaruhi oleh kondisi puting susu karena puting susu dan areola adalah gudang susu.

Pada puting susu dan areola terdapat ujung-ujung syaraf peraba yang penting pada proses refleks saat menyusui. Puting susu mengandung otot polos yang dapat berkontraksi sewaktu ada rangsangan menyusui dengan cakupan bibir bayi yang menyeluruh pada daerah tersebut, ASI akan keluar dengan lancar.

Produksi ASI yang banyak sangat dibutuhkan oleh bayi. Namun bila produksi ASI tidak dikeluarkan atau disusukan kepada bayi akan terjadi bendungan ASI dan bila hal ini terjadi akan mengganggu kenyamanan untuk ibu bayi. Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus lakteferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu.

Bendungan air susu dapat terjadi pada hari kedua atau ketiga ketika payudara telah memproduksi air susu. Bendungan disebabkan oleh pengeluaran air susu yang tidak lancar karena bayi tidak cukup sering menyusui, pengosongan payudara yang tidak sempurna, hisapan bayi yang tidak aktif, posisi menyusui bayi yang tidak benar, puting susu terbenam, produksi air susu meningkat, terlambat menyusukan, hubungan denga bayi kurang baik dan dapat pula karena adanya pembatasan waktu menyusui.

Ibu menyusui harus mengetahui Tanda dan gejala dari bendungan air susu, diantaranya payudara teraba keras dan panas, suhu badan naik, puting susu bisa mendatar dan dalam hal ini bayi akan kesulitan saat menyusu, payudara tampak bengkak kadang-kadang disertai nyeri.

Ada beberapa pencegahan bendungan air susu yang dapat dilakukan oleh ibu yaitu lakukan menyusui sedini mungkin, susui bayi segera mungkin sebelum 30 menit setelah bayi dilahirkan, susui bayi tanpa di jadwal, keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi, perawatan payudara setelah melahirkan, hindari tekanan lokal pada payudara.

Lalu apa yang harus dilakukan bila terjadi bendungan air susu? yang dapat ibu lakukan adalah ibu tetap menyusui bayinya, lakukan kompres air hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi nyeri, gunakan bra yang menopang, sebelum menyusui lakukan pemijatan pada daerah leher dan punggung untuk mengurangi bengkak.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share artikel kesehatan ini kepada kerabat atau keluarga di rumah yaaa…

Salam semakin sehat, dari kami keluarga besar RS Betha Medika

Tags

Tinggalkan Balasan