BOGOR

Ada Pohon Pisang di Tengah Jalan, Kunaon Nyak?

RADARSUKABUMI.com – Warga Kecamatan Kemang, Bogor merasa kesal lantaran banyaknya lubang besar yang menganga di sepanjang Jalan Raya Parung Bogor sebab kerap mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Tak sedikit pula yang mengakibatkan korban jiwa.

Sebagai bentuk protes kepada pemerintah daerah, warga pun memasang batang pohon pisang di tengah jalan tersebut. Selain sebagai bentuk protes, pohon pisang tersebut juga untuk penanda bagi pengguna jalan.

Sejak Senin (5/2/2019) malam hingga Selasa (5/2/2019), tidak kurang dari lima pengendara sepeda motor terjerumus lubang berbentuk memanjang dan hampir seluruhnya berada di tengah badan jalan dan lajur cepat.

Ditambah lagi, penerangan jalan yang tidak memadai saat malam hari, membuat banyak pengendara ‘terjerat ranjau’ di jalan tersebut. Terutama bagi orang-orang yang baru pertama kali melintas di jalan itu.

“Yang sudah hapal saja masih kena. Apalagi yang baru pertama lewat. Soalnya ada di tengah bentuknya memanjang. Jadi motor pasti oleng,” ujar Fauzan (35), warga Kecamatan Kemang, Selasa (5/2/2019).

Meski belum ada laporan korban tewas akibat lubang menganga itu, tetap saja masyarakat was-was. Karena jalan tersebut juga kerap dilintasi oleh truk-truk besar.

“Iya banyak truk. Motor juga banyak yang jalannya kencang. Kalau di depannya ada mobil dia enggak tahu titik lubang pasti kena, jatuh. Sejauh ini belum ada yang meninggal sih. Tapi masa musti ada yang mati baru ditanggapi,” tegasnya.

Kepolisian sendiri sejauh ini belum mengambil tindakan. Alih-alih Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, yang bertanggung jawab atas Penerangan Jalan Umum (JPU) di Bumi Tegar Beriman.

Saat wartawan Pojokbogor.com hendak menuju Gunungsindur beberapa hari lalu, perasaan was-was dan menjaga fokus ekstra harus dilakukan.

Bukan hanya lubang, tutup drainase jalan pun banyak menyembul di beberapa titik jalan, hingga membuat jalan bergelombang. Membahayakan.

(pojokbogor/izo)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *