NASIONAL

Kasus Vanessa Angel Semua Bisa Kena

JAKARTA— Kasus prostitusi online yang menyeret artis Vanessa Angel dan model Avriellia Shaqqila masih menyedot perhatian masyarakat. Selain pelaku dan penyedia jasa, user atau pengguna juga bisa dijadikan tersangka. Hal itu didasarkan pada bukti dari hasil digital forensik.

Demikian diungkapkan oleh para hukum pidana Universitas Brawijaya Malang yang ditunjuk polisi sebagai saksi ahli terkait kasus Vanessa, Lucky Endrawati. “Karena ini judulnya prostitusi online, bisa kemana mana, menjerat siapa saja. Semua user bisa kena berdasarkan digital forensik,” ujarnya, Minggu (27/1).

Lucky menyampaikan, bukti dari digital forensik tersebut tidak akan mengalami masa kadaluarsa meskipun berasal dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, bisa diketahui siapa saja pihak yang menjadi user dalam kasus prostitusi online ini. “Misal ditemukan chatingan 5 tahun lalu. Masih bisa,” kata dia.

Dia menerangkan, menurut KUHP Pasal 78 mengenai Daluwarsa Penuntutan Pidana memberikan masa kadaluarsa selama 12 tahun. “Artinya, misalnya di 2007 itu (ditemukan digital forensik chatingan) masih bisa (dijadikan tersangka),” terangnya.

Menurutnya, komponen hukum yang ada saat ini sudah sangat lengkap. Tinggal bagaimana saja pelaksanaannya. Wanita asal Pasuruan itu mengungkapkan, selama ini user tidak pernah terlibat dalam penetapan tersangka. “Selama ini user gak bisa (ditetapkan jadi tersangka), karena mendasar ke KUHP. Kalau KUHP memang ke mucikarinya, tapi kan tidak selesai sampai disitu,” kata dia.

Dia mengungkapkan, user sebenarnya bisa dijerat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Bahkan, ada kualifikasi orang yang menggunakan korban perdagangan orang. Yakni, pengenaan pada pasal 12 UU tahun 2008 tentang TPPO dengan cara menyetubuhi atau mencabuli.

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan