Featured

Wawan Kurniawansyah, Relawan Dongeng yang Bercerita dengan Hati

Bahagia kalau Anak-Anak Tertawa

RADARSUKABUMI.com – Kecintaan pada anak-anak membuat Wawan Kurniawansyah mendedikasikan hidup untuk berbagi cerita kepada anak-anak.

PROYEK mendongeng cuma-cuma dilakoni Wawan Kurniawansyah di Surabaya selama dua tahun terakhir. Awan, sapaan akrabnya, berkeliling dari ujung ke ujung Surabaya.”Paling sering sih di Taman Bungkul sore-sore,” kata pria 31 tahun itu.

Tak jarang, kegiatan tersebut mengundang simpati beberapa orang tua yang mengajak anaknya bermain di taman.”Kadang selepas mendongeng, di tas saya muncul uang atau amplop. Padahal, saya tidak minta,” katanya.

Kecintaan pada anak-anak membuatnya bercita-cita keliling Indonesia untuk bertemu dengan wajah-wajah mungil mereka.”Saya suka tawa mereka. Kalau mereka tertawa, rasanya hangat di dada,” kata pria asal Surabaya itu.

Selain menyukai anak-anak, sosok yang menginspirasinya dalam mendongeng adalah sang nenek.”Dulu nenek suka mendongengi saya. Di sana, saya belajar banyak dari cerita-ceritanya,” ujar pendiri Tukang Cerita Institute itu.

Dia terakhir mendongeng di Surabaya sebelum berangkat ke Palu, yakni 2 Desember.”Saya ke Palu ingin menjadi relawan dongeng,” katanya.Di sana dia menjadi relawan dongeng untuk menghibur anak-anak pascabencana. Dia juga mendidik anak-anak lewat dongeng. ”Ini namanya metode psikososial,” katanya.

Pendekatan lewat mendongeng bisa menghibur anak-anak secara psikologis. Dongeng juga menjadi sarana edukasi alternatif yang tidak membosankan.”Karena anak-anak diberi cerita, bukan pelajaran yang sifatnya menggurui,” katanya.

Dalam dongeng, dia berharap bisa memberikan pelajaran moral untuk anak-anak. Tidak berhenti pada seni tutur, dia puntak segan-segan membawa peralatan seperti panci, sendok, kertas, dan topi sebagai pelengkap cerita.”Apa pun yang bisa menggambarkan karakter yang saya ceritakan makin jelas,” tuturnya.

Bernyanyi, menirukan suara hewan, dan menari tak ketinggalan dibawakan saat mendongeng. ”Menambah performa dongengsaya agar lebih bagus,” ujarnya.

Saat ini Awan menjadi relawan di Palu dengan bergabung bersama Yayasan IBU Foundation dari Bandung. ”Karena suka mendongeng, saya kemudian memberanikan diri untuk bergabung dengan yayasan tersebut,” ungkapnya.

 

(ras/c6/tia)

Tinggalkan Balasan