KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Disnakertrans Belum Tentukan Sikap Soal PT SUG dengan Buruh

RADARSUKABUMI.com, CICURUG – Pemerintah Kabupaten Sukabumi harus segera turun tangan menyelesaikan persoalan antara buruh dengan PT Sentosa Utama Garmindo (SUG). Perusahaan ini kembali telat membayarkan gaji pegawainya, sehingga para buruh kembali bereaksi dengan menggelar aksi unjuk rasa, kemarin.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, para buruh yang berhimpun dalam Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Sukabumi ini melakukan demo di perusahaan tempat mereka bekerja, di Kampung, RT 4/3, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug.

Aksi ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan para buruh karena pihak perusahaan dinilai tidak komitmen terhadap janji-janjinya. “Ini bentuk kekecewaan kaum buruh kepada pihak perusahaan yang masih ngeyel mempermainkan masalah gaji,” ujar Tim Advokasi DPC GSBI Sukabumi, Dedi Mauludi saat dihubungi Radar Sukabumi, kemarin (21/1).

Menurut Dedi, seharusnya gaji pegawai dibayarkan tanggal 15 setiap bulan. Namun sampai sekarang, upah yang dinanti para buruh tak kunjung juga cair. Itu artinya, pihak perusahaan telah lalai dalam memenuhi kewajibannya kepada para buruh.

“Gak jadi tanggal 15 kemarin, pihak perusahaan berjanji lagi bahwa upah akan dibayar sebelum tanggal 21 hari ini. Tapi ternyata tidak juga, jadi wajar kalau buruh emosi. Karena mereka sudah melaksanakan kewajiban, sementara haknya belum juga diterima,” imbuhnya.

Selain soal gaji, Dedi menyebut bahwa BPJS juga menjadi persoalan di perusahaan itu. Pasalnya, tidak semua karwayan yang bekerja di pabrik tersebut diikut-sertakan dalam program BPJS, baik kesehatan mau ketenagakerjaan. “Tolong pemerintah tegas dalam persoalan ini. Kasihan para buruh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Dadang Budiman mengaku telah menerjunkan tim untuk menganalisa dan menkaji persoalan di perusahaan itu.

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan