EKONOMI

Bantuan Kemasan Bagi IKM, Genjot Daya Saing

SUKABUMI – Perizinan, promosi dan pemasaran masih menjadi problem besar Industri Kecil dan Menengah (IKM), di Kabupaten Sukabumi. Padahal tiga faktor tersebut merupakan hal yang sangat penting yang wajib dimiliki para pelaku IKM, agar bisa bersaing sekaligus mendongkrak pemasaran produk unggulan mereka.
Dinas Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPESDM) Kabupaten Sukabumi dibawah komando Aam Amar Halim, berkomitmen meningkatkan daya saing para pelaku IKM agar berkualitas.
“Keberadaan IKM secara tidak langsung berfungsi sebagai penggerak ekonomi nasional di level akar rumput dan juga menjadi wadah peningkatan kesejahteraan keluarga,” kata Kepala Bidang (Kabid) Industri Agro pada DPESDM Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana kepada Radar Sukabumi, Senin (14/1).
Untuk itu, tiga permasalahan krusial di atas tidak bisa dibiarkan begitu saja, perlu ada solusi.
Tidak ingin berlarut-larut dalam permasalahan tersebut, Yana pun langsung ‘berlari kencang’ guna memecahkan permasalahan itu agar IKM menjadi kuat.
Suami dari Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Reny Sukmawani ini memutar otak, salah satunya dengan menggali beberapa sumber pembiayaan.
“Kami menggandeng Balai Pengembangan Perindustrian (Baperin) Provinsi Jawa Barat (Jabar), tujuannya supaya kemasan IKM binaan DPESDM Kabupaten Sukabumi ini lebih eye-catching (menarik,red) bagi konsumen,” tegasnya.
Memang proses tidak akan pernah menghianati hasil. Kerja keras Yana yang juga Ketua RW 22 Perum Cigunung Indah (PCI) Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi itu tidak sia-sia dan patut diacungi jempol.
Hasil kerja kerasnya bersama tim, akhirnya menghantarkan sebanyak 20 IKM Kabupaten Sukabumi memperoleh fasilitas bantuan kemasan.
“Alhamdulillah, 20 IKM ini mendapat bantuan kemasan. Mereka tidak hanya menerima hasil cetakan saja, namun juga soft copy-nya,” ujarnya.
Dengan begitu diharapkan ke-20 IKM itu nantinya bisa mencetak sendiri kemasannya.
“Dari 20 IKM yang memperoleh bantuan kemasan dikhususkan untuk IKM yang berbahan baku umbi-umbian saja, karena melihat potensi dominan di Kabupaten Sukabumi juga,” tutur Yana.
Contoh produk IKM yang memperoleh bantuan diantaranya Bolu Tape Produk Inong Kue dari Kecamatan Sukabumi, Brownies Ungu Produk IKM Mikha dari Mangkalaya Gunungguruh, Keripik Talas Produk IKM Oded Desa Cibenda Cicurug dan masih 17 IKM lainnya yang berbahan baku umbi lokal.
Sementara itu, Kepala DPESDM Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim mengungkapkan, ada lima isu strategis yang harus dimanfaatkan oleh Kabupaten Sukabumi untuk kesejahteraan masyarakat.
Kelima isu strategis itu adalah pembangunan jalan tol Bogor–Ciawi–Sukabumi(Bocimi), Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kereta Api Double Track Bogor-Sukabumi dan rencana Kereta Api (KA) Sukabumi-Bandung, pembangunan bandara serta Pelabuhan Pengumpan Regional Palabuhanratu, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cikidang.
“Lima isu ini harus dilihat sebagai peluang bagi para pengusaha/pelaku IKM Kabupaten Sukabumi, sehingga IKM kita berperan sebagai aktor ekonomi bukan jadi penonton ekonomi,” tandas Aam Amar Halim saat menyerahkan bantuan kemasan pada para IKM. (sri)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *