Featured

Rizka Raisa Fatimah Ramli, Siswi Makassar yang Juarai Lomba Komik Internasional UNICEF

Tunggu Mama Tidur Dulu untuk Selesaikan Menggambar

Melalui menggambar, kata Rizka, dia merasa karakter dirinya hidup dan punya kendali atas pelaku bullying. “Saya berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama anak-anak, untuk menceritakan kisah mereka dan jika mereka tidak bisa mengatakannya secara langsung, maka mereka bisa melakukannya dengan menggambar,” katanya.

Rizka mengaku, dirinya sebenarnya sulit menyelesaikan tuntas komik bergambar kartun yang dibuatnya. “Susahnya itu kalau sudah berada di tengah dan harus menyelesiakannya di akhir,” ucapnya sembari menggerakkan kedua tangan.

Apalagi saat dalam keadaan bising. Tak ada karya yang bisa selesai. “Saya menggambar jam tiga subuh. Tapi, mama selalu datang mengganggu,” tuturnya sembari melirik ibunya. “Makanya, saya biasa pura-pura tidur. Tunggu mama tidur dulu, baru saya lanjut menggambar,” lanjut Rizka.

Usmiati Usamah, sang bunda yang turut mendampingi saat diwawancara Fajar, mengaku, hal itu dia lakukan karena Rizka sering sakit. “Selalu drop. Seperti hari ini. Tapi dia paksa untuk ke sekolah,” tutur Usmiati dengan nada lembut.

Pengawasan terhadap Rizka, lanjut Usmiati, memang agak berbeda jika dibandingkan dengan tiga kakaknya, Muhammad Rafi’i Zulkarnaen, 29; Rafika Nurul Hamdani, 28; dan Rieski Kurnia Sari, 28. Sebab, awal pertumbuhan Rizka, dia terlihat seperti anak autis.

“Saya hampir saja bawa dia ke psikolog waktu masih kecil. Tapi, karena hasil konsultasi dengan guru SD-nya di Atira setiap semester, menguringkan niat,” kata Istri Ramli Rajulang (nama ayah Rizka) tersebut.

loading...
Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close