EKONOMI

Telkomsel Bangun Ekosistem Masyarakat Digital Sukabumi

Rangkul Karang Taruna hingga Pelajar, Gelontorkan CSR untuk Kesejahteraan Rakyat

Membuka akses telekomunikasi dari Sabang sampai Merauke, merupakan wujud semangat nasionalisme Telkomsel sejak hadir pertama kali di Indonesia. Tidak hanya menjamin ketersediaan layanan telekomunikasi di segala penjuru negeri hingga pelosok dengan kualitas super, Telkomsel tidak pernah absen dalam mengisi berbagai sendi kehidupan masyarakat dalam bidang sosial, lingkungan, gaya hidup, ekonomi, pendidikan dan teknologi.

SRI SUMARNI, Sukabumi

Keinginan untuk berkontribusi membangun ekosistem masyarakat digital, terus digeber Telkomsel secara konsisten.

Kehadiran operator selular terbesar ini semakin mempermudah hidup masyarakat termasuk masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil. Sehingga mereka bisa memasarkan produk kepada konsumen di perkotaan hingga luar negeri dengan mudah dan cepat.

Di Kabupaten Sukabumi, misalnya. Wilayah yang digadang-gadang terluas se-Jawa dan Bali itu punya segudang potensi yang masih harus digali. Karena, potensi tersebut dinilai mampu mengangkat kesejahteraan masyarakatnya, jika dikelola dengan baik.

Kecamatan Kadudampit sebagai satu dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi ini, terus bersolek.
Letaknya yang sangat stategis dengan luas wilayah kurang lebih 5.500 hektar, membuat Kadudampit kaya akan potensi mulai dari potensi pariwisata (Bumi Perkemahan Cinumpang, Curug Sawer, Danau Situgunung, jembatan gantung terpanjang di Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan panjang 200 meter, Kampung Elang Jawa, Hutan Damar Situgunung, Ground Camping Tanakita Campsite, kampung anyaman bambu, kampung ayam pelung, kampung agro (sayuran bunga buah, red), kampung kopi, kampung anggrek, kampung sutra , tugu jangkung, tubing di Sungai Cinumpang), pertanian, perikanan, budaya, pendidikan hingga olahraga (Icuk Sugiarto Training Centre).

Zenal Abidin selaku Camat Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mengatakan, letak geografis yang strategis itu menyebabkan beragamnya potensi obyek wisata hingga produk yang dihasilkan penduduk lokal makin memikat hati para wisatawan yang datang ke sini.

“Beragam pembangunan pun terus dilakukan dari berbagai lini, menuju ekosistem masyarakat digital,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Sabtu (5/1).

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dihadapi secara arif dan bijaksana. “Era Digital sudah terjadi. Suka atau tidak suka, mau tidak mau harus dihadapi dengan arif dan bijaksana,” ulasnya.

Untuk itu, masyarakat harus menguasai teknologi yang begitu cepat, hebat dan canggih. “Masyarakat harus cerdas, baik cerdas secara fisik maupun psikis (kejiwaan), cerdas sosial maupun emosional, cerdas nilai moral maupun spiritual dan cerdas berpikir,” terangnya.

Sebelum terjamah layanan telekomunikasi dari Telkomsel, lanjut Zenal, kondisi masyarakat Kadudampit masih menggunakan cara-cara tradisional yang dimensinya terbatas.Dulu mereka menjual sayuran cukup dengan mengantarkan langsung ke pasar. Sekarang jauh berbeda, setelah jaringan Telkomsel hadir di Kadudampit.

“Sekarang berkat jaringan Telkomsel, kondisinya sudah mulai membaik mereka sudah serba digital. Jadi sebelum dibawa ke pasar, mereka foto dulu produk-produk pertanian yang hendak dijual dan mengunggahnya melalui media sosial (medsos), sehingga bisa memperluas jaringan pemasaran dan bisa diakses ke seluruh nusantara,” bebernya.

Ia mengaku, masyarakat merespon positif kehadiran layanan jaringan Telkomsel. “Sekarang banyak warga (umum, pelajar dan mahasiswa) yang pakai fasilitas paket Telkomsel, karena lebih murah dan irit,” tegasnya yang juga menyebut Telkomsel juga memberikan pelatihan wirausaha, pelatihan pemasaran, aplikasi Bhaktiku Negeriku untuk sarana promosi segala potensi.

“Semoga langkah kami menuju pembangunan ekosistem masyarakat digital segera terwujud,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Sales Regional Eastern Jabotabek Telkomsel, Badar mengatakan, jaringan telekomunikasi secara umum mengalami pertumbuhan yang cepat khususnya sejak telekomunikasi selular mulai beroperasi di Indonesia.

“Prinsip mobilitas dan keterjangkauan ditambah dengan luasnya wilayah negara Indonesia dan demand yang tinggi, membuat pembangunan infrastruktur selular sangat agresif. Investasi yang digelontorkan operator seperti Telkomsel secara konsisten mencatatkan angka yang tidak sedikit ya,” ujarnya.

Telkomsel percaya bahwa pemanfaatan teknologi, akan membantu percepatan pembangunan telekomunikasi di Indonesia.

“Telkomsel selalu konsisten melayani negeri dan membangun ekosistem teknologi selular tidak hanya di kota besar, namun juga di pelosok termasuk ke Sukabumi bahkan hingga perbatasan dan pulau terdepan,” tegasnya.

Dalam mewujudkan pembangunan ekosistem masyarakat digital di Kabupaten Sukabumi, Telkomsel telah menyalurkan bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR) program Baktiku Negeriku tepatnya di Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit pada 9 Maret 2018 lalu berupa bantuan pembangunan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat desa seperti sistem pengairan yang nantinya akan mengalirkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di Desa Gede Pangrango dan pembangunan fasilitas Digital Center untuk penunjang gaya hidup.

Tidak lupa di sana tim Telkomsel juga mengajarkan anggota komunitas karang taruna dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta para pelajar SMK untuk melek internet dan menggunakannya secara baik melalui konsep #internetBAIK, dengan mengajarkan proses pembuatan konten digital untuk mempromosikan potensi ekonomi dan wisata lokal.

“Betapa senang dan bangganya hati ini, apabila kita melihat justru yang pertama kali merasakan dampak ekonomi digital adalah masyarakat kecil yang selama ini mungkin terkendala oleh akses internet dan akses pasar.

Maka melalui aplikasi ‘Baktiku Negeriku’ ini masyarakat desa dapat memanfaatkan beragam informasi yang tersaji secara real time seperti informasi cuaca daerah setempat, harga pasar sampai ke informasi seputar potensi ekonomi desa,” imbuhnya.

Telkomsel juga berkomitmen untuk membangun jaringan hingga ke pelosok negeri.
“Jumlah BTS Telkomsel di wilayah Sukabumi mencapai lebih dari 260 dengan lebih dari 250 BTS 4G dan pengunjung atau wisatawan dapat memanfaatkan jaringan internet cepat 4G LTE dengan lancar,” paparnya.

Di Sukabumi pula, Telkomsel telah membangun jaringan super cepat internet 4G LTE.
“Dengan adanya jaringan tersebut, Telkomsel ingin memberikan pengalaman berbeda dalam mengakses internet yang cepat untuk pelanggannya,” ulasnya.

Badar menuturkan, jaringan yang stabil dan cepat menjadi investasi Telkomsel untuk memberikan pengalaman berkomunikasi yang lancar.

“Jaringan Telkomsel itu stabil dan cepat untuk mendukung komunikasi yang lancar baik itu telpon, SMS maupun internetan,” imbuhnya.(*)

loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close