PILPRES 2019

Tes Keagaman Untuk Capres Tidak Produktif

Namun, pengamat politik sekaligus Direktur Democracy and Electoral Empowement Partnership (DEEP) Yus Fitriadi justru menilai sebaliknya. Ia menjelaskan dua indikator politik identitas sebagai pendekatan dalam mempengaruhin pemilih.

“Pertama, melihat budaya sebuah daerah di mana masyarakat modern tidak akan terlalu berpengaruh dengan pendekatan politik identitas. Lain halnya dengan wilayah yang didominasi oleh pemilih tradisional, mereka menjatuhkan pilihan bukan karena rasionalitas namun lebih kepada faktor-faktor lain, termasuk politik identitas,” kata Yus.

Sementara itu, pemilih di Indonesia khususnya Jawa Barat dinilai masih didominasi pemilih tradisional yang sangat terkenal dengan budaya keagamaannya. Sehingga, Yus meyakini pendekatan identitas keagamaan calon akan sangat mempengaruhi pilihan masyarakat.

“Oleh karena itu, dalam konteks pilpres ini, masing-masing kandidat melalui timnya semakin kuat memainkan kemasan isu dengan pendekatan identitas,” kata Yus. Ia mencontohkan fenomena serupa seperti yang terjadi saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa tahun lalu.

 

(aga)

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Tinggalkan Balasan