KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Melihat Serunya Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya di Sukabum

Perkuat Ketahanan Wilayah, Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad Buktikan Kemanunggalan TNI-Rakyat


RADARSUKABUMI – Kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan hal penting dalam Pembinaan Teritorial (Binter). Sebagai wujud kesiapan satuan kewilayahan jajaran TNI di wilayah, Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad memperlihatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat pada saat Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya yang dilaksanakan di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).

SRI SUMARNI, Sukabumi

Perjuangan prajurit infanteri tidak dapat dipisahkan dengan rakyat.
Dalam mengimplementasikan tugas-tugas teritorial TNI sebagai bagian dari wujud memperkuat pemberdayaan ketahanan wilayah, dibutuhkan Jiwa Korsa, semangat juang dan solidaritas prajurit bersama segenap komponen bangsa dalam rangka menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika 2018. Lomba ini juga merupakan sebuah tradisi yang ditujukan bagi korps infanteri sebagai momentum untuk mewarisi semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang memiliki sikap dan sifat sebagai pemimpin yang rela berkorban, berjuang tanpa pamrih, selalu konsisten antara ucapan dan tindakan serta senantiasa dekat dengan rakyat.

Kemanunggalan TNI-Rakyat diperlihatkan Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad pada saat pelaksanaan Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya di wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).

Pasi-2/Operasi Yonif Raider 323/13/1 Kostrad Lettu Inf Ilham Panji Akbar mengatakan, profesionalisme keprajuritan dan sifat pantang menyerah selalu terpatri dalam jiwa, sikap dan tindakan setiap prajurit.

Sehingga tidak diragukan lagi jika para prajurit ini selalu siap dalam hal apapun, termasuk salah satunya menyiapkan diri, mental dan fisik.

“Kegiatan teritorial merupakan roh dari TNI, untuk itu Yonif Raider 323/13/1 Kostrad selalu berupaya melaksanakan kegiatan teritorial di manapun kami berada termasuk pada kegiatan Peleton Beranting saat ini, kami ingin selalu dekat dengan rakyat,” tegas Lettu Inf Ilham Panji Akbar melalui keterangan resminya kepada Radar Sukabumi, Jumat (14/12).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prajurit Yonif Raider 323/BP Kostrad melaksanakan kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) tepatnya di Desa Bojong Tipar, Kecamatan Bojong Lopang Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

Selama tiga hari dimulai dari Jumat, 14 Desember 2018, Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad banyak melakukan kegiatan teritorial yang sangat mulia di sana.

Dalam pelaksanaannya, para Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad bahu membahu bersama masyarakat melakukan karya bhakti berupa pembuatan parit sepanjang 100 meter.

Tidak sampai disitu, Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad juga melakukan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) berupa pemberian materi bela negara serta pemahaman Pancasila kepada murid-murid SD Negeri (SDN) 1 Artana.

Keesokan harinya, Sabtu (15/12) tanpa mengenal lelah mereka tetap melaksanakan kegiatan Karya Bhakti. Namun kali ini berupa pengecatan Masjid Nurul Iman dan penanaman 100 pohon.

Di hari terakhir, Minggu (16/12), para prajurit melaksanakan tiga kegiatan sekaligus yaitu pengobatan massal, hiburan bersama masyarakat yang dilanjutkan dengan pelepasan Pasukan Ton Beranting Yonif Raider 323/13/1 Kostrad.

“Kegiatan Teritorial Yonif Raider 323/13/1 Kostrad ini melibatkan unsur Koramil 22-07/Bojong Lopang, Kodim 0622/Sukabumi, Pemerintah Desa, Linmas, Karang Taruna dan masyarakat Bojong Tipar,” tuturnya.

Lettu Inf Ilham Panji Akbar menjelaskan, Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat (AD) juga untuk mengenang pertempuran Ambarawa. Saat itu, perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibawah komando Jenderal Soedirman membuat tentara sekutu terjepit dan kocar kacir mundur dari Ambarawa menuju Semarang.

Momentum ini memberikan pesan penting bahwa dengan berbekal tekad, semangat, senjata serta perlengkapan yang sangat sederhana, TNI bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang dalam menghadapi tentara Belanda.

“Dalam rangkaian peringatan inilah, Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dengan mengawal panji-panji atau simbul Korps Infanteri dilaksanakan, guna menggelorakan semangat dan meresapi nilai-nilai patriotisme para pahlawan,” pungkasnya. (Pen YR 323/BP Kostrad)

Perjuangan prajurit infanteri tidak dapat dipisahkan dengan rakyat.
Dalam mengimplementasikan tugas-tugas teritorial TNI sebagai bagian dari wujud memperkuat pemberdayaan ketahanan wilayah, dibutuhkan Jiwa Korsa, semangat juang dan solidaritas prajurit bersama segenap komponen bangsa dalam rangka menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika 2018. Lomba ini juga merupakan sebuah tradisi yang ditujukan bagi korps infanteri sebagai momentum untuk mewarisi semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang memiliki sikap dan sifat sebagai pemimpin yang rela berkorban, berjuang tanpa pamrih, selalu konsisten antara ucapan dan tindakan serta senantiasa dekat dengan rakyat.

Kemanunggalan TNI-Rakyat diperlihatkan Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad pada saat pelaksanaan Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya di wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).

Pasi-2/Operasi Yonif Raider 323/13/1 Kostrad Lettu Inf Ilham Panji Akbar mengatakan, profesionalisme keprajuritan dan sifat pantang menyerah selalu terpatri dalam jiwa, sikap dan tindakan setiap prajurit. Sehingga tidak diragukan lagi jika para prajurit ini selalu siap dalam hal apapun, termasuk salah satunya menyiapkan diri, mental dan fisik.

“Kegiatan teritorial merupakan roh dari TNI, untuk itu Yonif Raider 323/13/1 Kostrad selalu berupaya melaksanakan kegiatan teritorial di manapun kami berada termasuk pada kegiatan Peleton Beranting saat ini, kami ingin selalu dekat dengan rakyat,” tegas Lettu Inf Ilham Panji Akbar melalui keterangan resminya kepada Radar Sukabumi, Jumat (14/12).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prajurit Yonif Raider 323/BP Kostrad melaksanakan kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) tepatnya di Desa Bojong Tipar, Kecamatan Bojong Lopang Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

Selama tiga hari dimulai dari Jumat, 14 Desember 2018, Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad banyak melakukan kegiatan teritorial yang sangat mulia di sana.

Dalam pelaksanaannya, para Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad bahu membahu bersama masyarakat melakukan karya bhakti berupa pembuatan parit sepanjang 100 meter.

Tidak sampai disitu, Prajurit Yonif Raider 323/13/1 Kostrad juga melakukan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) berupa pemberian materi bela negara serta pemahaman Pancasila kepada murid-murid SD Negeri (SDN) 1 Artana.

Keesokan harinya, Sabtu (15/12) tanpa mengenal lelah mereka tetap melaksanakan kegiatan Karya Bhakti. Namun kali ini berupa pengecatan Masjid Nurul Iman dan penanaman 100 pohon.

Di hari terakhir, Minggu (16/12), para prajurit melaksanakan tiga kegiatan sekaligus yaitu pengobatan massal, hiburan bersama masyarakat yang dilanjutkan dengan pelepasan Pasukan Ton Beranting Yonif Raider 323/13/1 Kostrad.

“Kegiatan Teritorial Yonif Raider 323/13/1 Kostrad ini melibatkan unsur Koramil 22-07/Bojong Lopang, Kodim 0622/Sukabumi, Pemerintah Desa, Linmas, Karang Taruna dan masyarakat Bojong Tipar,” tuturnya.

Lettu Inf Ilham Panji Akbar menjelaskan, Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat (AD) juga untuk mengenang pertempuran Ambarawa. Saat itu, perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibawah komando Jenderal Soedirman membuat tentara sekutu terjepit dan kocar kacir mundur dari Ambarawa menuju Semarang.

Momentum ini memberikan pesan penting bahwa dengan berbekal tekad, semangat, senjata serta perlengkapan yang sangat sederhana, TNI bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang dalam menghadapi tentara Belanda.

“Dalam rangkaian peringatan inilah, Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dengan mengawal panji-panji atau simbul Korps Infanteri dilaksanakan, guna menggelorakan semangat dan meresapi nilai-nilai patriotisme para pahlawan,” pungkasnya. (Pen YR 323/BP Kostrad)

loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close