EKONOMI

Pertamina Tidak Terbuka

JAKARTA – Rencana pembangunan kilang di Bontang makin tidak jelas. PT Pertamina bahkan enggan membeberkan perkembangan skema kerja sama, dengan pihak perusahaan internasional.

Usai mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Direktur Hulu PT Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan, memang ada rencana pembangunan grass root refinery (GRR). Saat ini, rencanya tersebut masih proses persiapan lahan.

“Perlu dipastikan tanah dan lahan siap untuk pembangunan kilang,” jelas Dharmawan di Bandara Badak LNG, dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Group), Minggu (2/12).

Selain hal itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan proses untuk procurement atau mencari mitra strategis dan menjalin kerja sama untuk pembangunan kilang. Meskipun sebenarnya, sudah ada investor dari Oman yang telah menjalin konsorsium dengan PT Pertamina.

“Memang sudah ada (perusahaan konsorsium, Red.). Tetapi saya tidak dalam kapasitas untuk sharing progres-nya. Tetapi memang ada potensi kerja sama dengan beberapa mitra internasional,” ungkapnya.

Wacana pembangunan kilang GRR di Bontang sudah sejak 2017 silam. Pada awal 2018, Pemkot Bontang bahkan telah menggelar pertemuan dengan pihak Pertamina untuk membahas progres pembangunan kilang bersama TP4D dari Kejagung RI.

Kala itu, PT Pertamina tengah menyiapkan framework agreement (FA) dengan perusahaan konsorsium asal Oman dan Jepang yang akan mendanai pembangunan kilang Bontang senilai Rp 130 triliun. Pembangunan fisik pun direncanakan pada 2020 mendatang dan beroperasi 2025.

Namun, saat kunjungan Menteri BUMN beberapa waktu lalu, Rini Soemarno menyatakan belum terjadi finalisasi investor. “Tetapi pembiayaan pembangunan kilang memang dari pihak swasta,” kata Rini.

 

(jpg/est/JPC)

Tags

Tinggalkan Balasan