BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Garong Kerah Putih Masuk Desa

Misalnya banyak kegiatan dalam pembanguan fisik yang volumenya tidak sesuai. “Dalam pembangunan bidang fisik yang paling rawan indikasi penyelewengan.

Biasanya mark up anggaran sehingga tidak sesuai dengan volume pembangunannya,”ujar Komarudin ketika ditemui baru ini di Kantornya Jalan Komplek Perkantoran Jajaway, Palabuanratu, kemarin (20/11).

Lanjut Komarudin, di tambah minimnya pengetahuan kades dalam menggunakan anggaran. Padahal, secara juklak dan juknisnya, penggunaan dana desa sudah ada indikatornya harus kemana.

Loading...

“Selain lemahnya pengawasan juga lemahnya SDM di Desa yang rentan terjadinya penyelewengan anggaran,”bebernya.

Sementra itu Direktur Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi Anggaran Sukabumi (LK2TAS) Febriansyah menilai indikasi terjadinya tindakan penyelewengan anggaran itu lantaran dana desa dikelola dengan bebas.Dimana, dalam realisasi anggaran kades kurang mempedomani aturan penggunaan yang tercantum dalam juklak dan juknisnya.

“Sudah jelas dalam pelaksanaan program dan juga anggaran itu sudah ada aturan yang mengatur, untuk peranan pemerintah, masyrakat maupun penegak hukum dalam pengawasan harus dilakukan untuk menunjang SDM di desa, jangan terkesan dari sisi pengawasan lemah selain lemahnya SDM,”tegasnya.

Selain hal itu, untuk mengantisipasi tindak pidana korupsi dilingkungan pemerintah desa Pemerintah daerah wajib terus meningkatkan SDM aparatur desa, untuk mengintensifkan pembinaan dan pengawasan.

Loading...
Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button