Kecamatan Citamiang

Wilayah Pengembangan UKM, Panahan, Kripset, Yogurt, Taman Rekreasi dan Budaya

RADARSUKABUMI.com – Secara garis besar Kelurahan Cikondang berpotensi pada pengembangan UKM, taman rekreasi dan adat budaya. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya Taman Cikondang dan terlahirnya berbagai jenis UKM yang sudah terkenal bahkan sampai ke luar kota dan ke luar negeri, diantara nya ada UKM keripik “setan”, yogurt, pengrajin panahan, pengrajin manik-manik dan lain sebagainya.

Laporan Hiti Robia

Kelurahan Cikondang ini memiliki luas wilayah 64,63 Ha. Dengan pembagian wilayah Pemerintah Kelurahan Cikondang nya sebanyak sembilan RW dan 41 RT. Jumlah penduduk sampai data terakhir sebanyak 7.932 jiwa dengan 1.962 kepala keluarga.

Kasie Pemerintahan Kelurahan Cikondang H. Atcep Komarudin, S.E menerangkan Kelurahan Cikondang merupakan kelurahan yang didominasi berbagai UKM. Sehingga, mengurangi tingkat pengangguran dan banyak buruh yang mendapat lapangan pekerjaan dari berdirinya berbagai jenis UKM tersebut, seperti data didapat yaitu ada 533 jiwa buruh dan 492 jiwa buruh kasar.

Jenis pekerjaan lain pun persis sama dengan kelurahan lainnya di Kota Sukabumi. Ada yang bekerja menjadi pegawai negeri sipil sebanyak 222 jiwa, pensiunan sebanyak empat jiwa, angkatan laut sebanyak tujuh jiwa, angkatan darat terdapat 179 jiwa, pegawai swasta sebanyak 85 jiwa, pedagang/wiraswasta sebanyak 837 jiwa dan tidak sedikit juga yang bekerja sebagai petani yaitu sebanyak 125 jiwa.

Melihat batas wilayah pada Kelurahan Cikondang, sebelah timurnya dengan Kelurahan Citamiang, sebelah baratnya berbatasan dengan Kelurahan Warudoyong sebelah utaranya dengan Kelurahan Tipar. Sedangkan bagian selatan berbatasan dengan Kelurahan Sudayajahilir Kecamatan Baros.

Wilayah Kelurahan Cikondang memiliki potensi sebagai pusat UKM , taman rekreasi dan budaya. Salah satu UKM yang terkenal adalah keripik “setan” dari Rumah Sijeber. Bahkan produksinya bisa tembus ke pasar kota-kota besar di Indonesia, benua Asia dan benua Eropa. UKM sejenis pun ada di Kelurahan Cikondang seperti Kripset UMMI, yogurt Chisy, dan lain sebagai nya.

Wilayah Kelurahan Cikondang juga berpotensi pada pengembangan budaya tradisional Indonesia, yakni pencak silat. Ia menerangkan bahwa di Kelurahan Cikondang saat ini telah memiliki tiga perguruan pencak silat yang terdapat di RW satu, RW tujuh, dan RW sembilan. Dengan banyaknya perubahan zaman namun Kelurahan Cikondang bangga dengan adat budaya pencak silat yang masih di lestarikan warganya.

 

(cr5/d)

Tags

Tinggalkan Balasan