Featured

Napak Tilas Sri Suryani yang Berhasil Sintas dari Kanker Ovarium di Usia Senja

Akrab dengan Suster karena Dulu Jadi Penerjemah Pasien Indonesia

Di RS Fuda, Tiongkok, Sri Suryani berhasil sembuh dari kanker ovarium stadium 3B tanpa harus menjalani operasi. Lebih dari satu dekade berselang, pada pekan terakhir Oktober lalu, wartawan Jawa Pos FERLYNDA PUTRI turut mendampingi dia dan para penyintas lainnya berkunjung lagi ke sana.

wartawan Jawa Pos FERLYNDA PUTRI

”MATI dan lahir itu di tangan Tuhan, bukan di tangan dokter. Mama cari dokter yang berjodoh,” kata Alfred Liong, anak Sri, di ujung telepon pada suatu pagi.

Sri yang waktu itu berusia 72 tahun putus asa setelah dokter di salah satu rumah sakit (RS) di Shenzhen, Tiongkok, angkat tangan. Angkat tangan dalam arti sesungguhnya. Mengangkat kedua telapak tangan, tanda menyerah.

Kanker telah menggerogoti ovarium perempuan kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, tersebut. Tidak ada harapan. ”Sri, kamu harus hidup ya. Kamu sekarang ke Fuda,” kata seseorang di ujung telepon yang masih dipegang anak bungsu Sri itu. Seketika telepon mati. Waduh, di mana itu Fuda?

Kebetulan rumah Sri di Shenzhen dikoskan. Ada dua orang yang tinggal. Dia meminta salah seorang anak kos membuka internet, mencari Fuda. Ternyata sebuah RS di Guangzhou. Target didapat. Nomor telepon di tangan.

”Halo, ini rumah sakit apa ya?” kata Sri dengan bahasa Mandarin. ”Rumah sakit khusus kanker,” kata resepsionis. Wah pas betul. Tak banyak berpikir, Sri lalu mendaftarkan namanya. Dia membuat janji akan datang periksa pada sore harinya. Kebetulan Shenzhen dengan Guangzhou bersebelahan. Bisa diakses dengan kereta.

1 2 3 4Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close