Featured

Melihat Rian, Balita Penderita Tanpa Anus dan Kelamin yang Butuh Bantuan

Kalau BAB Kerap Alami Sakit pada Pinggangnya

RADARSUKABUMI.com – Rumah sederhana di Kampung Pangkalan RT 001 RW 07 Kelurahan Jaya Mekar Kecmatan Baros yang pada dinding dalamnya terbuat dari batako dan belum dicat menjadi saksi seorang balita mungil bernama Rian Maulana yang amat butuh perhatian karena sakit yang dideritanya dan salah satunya tergolong sakit langka. Ya, balita mungil berusia tiga tahun pasangan dari Dedi Sutiawan (45) dan Euis Sumarni (31) tersebut sejak lahir menderita (maaf) sakit tanpa anus dan tanpa kelamin.

Laporan Didiet Rahma Aditya

Ayah Rian menceritakan untuk makan putra bungsunya itu memang normal, yakni masuk dari mulut. “Hanya untuk Buang Air Besar (BAB) tidak semestinya (karena tak memiliki anus). Untuk BAB dibuat saluran pembuangan dari pinggangnya,”katanya.

Ia mengaku yang merasa kasihan dengan putranya itu, ketika BAB selalu merasakan penderitaan yang amat dalam. “Kalau BAB baik pagi, siang, atau pun sore/malam Rian suka menangis karena merasakan perihnya,”akunya yang menambahkan sehingga Ibunya kerap mengipasinya supaya tidak sakit.

Dedi mengakui lagi penderitaan putranya itu sejak lahir. Ketika itu Rian lahir tanpa memiliki anus dan tanpa memiliki alat kelamin. “Sehingga, sekitar tiga tahun yang lalu putra saya itu dioperasi (untuk memindahkan anus) di RSHS Bandung,”kenangnya yang juga menceritakan saat itu pasien Rian menggunakan Jamkesda.

Namun, yang dirinya tidak sanggup kalau anaknya sudah BAB karena merasakan sakit begitu sangat. Sehingga, memang butuh perhatian. “Jujur dulu memang memiliki kartu Jamkesda dan BPJS Kesehatan. Namun, karena saya tak sanggup bayar, fasilitas BPJS Kesehatannya jadi dicabut,”akunya yang menginginkan kembali sakit putranya itu dikontrol ke RSHS karena Dedi mengaku pihak RSHS pernah meminta untuk kontrol.

Namun, pria yang sehari-harinya mengandalkan hasil dari penjualan panci keliling itu tidak sanggup lantara tidak memiliki biaya untuk ke Bandung dan mengaku hasil dari penjualan panci keliling dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dedi dan Euis membutuhkan bantuan dari dermawan untuk mengobati sakit putra tercintanya itu.

Sementara, salah satu Tokoh Pemuda Jaya Mekar, Iwa Sudarmawan mengaku prihatin terhadap penderitaan yang dialami oleh balita Rian Maulana. Ia berjanji bersama rekan-rekannya akan membantu Rian secara bertahap.

“Semoga Rian cepat sembuh dan saya bersama rekan in syaa Allah akan mencoba membantu danmemfasilitasinya. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada Adik Rian dan kedua orang tuanya,”tuturnya bijak seraya berharap kepada Allah. (*)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close