KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Belasan Perahu Congkreng Nelayan Rusak

Sementara itu, seorang nelayan lainnya, Basri (56) mengatakan, nelayan umumnya tengah masuk masa paceklik. Sehingga kini nelayan sama sekali tidak bisa melakukan perbaikan atau pemeliharaan perahu yang kondisinya rusak berat.

“Boro-boro ada biaya untuk perbaikan atau pemeliharaan perahu yang rusak, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga saja sudah sangat sulit, ” timpal salah .

Ia mengungkapkan sebetulnya sejak dibangun break watter oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten. Sukabumi sudah diberikan saran agar bangunan tidak sampai melawan arus, karena akan membahayakan serta mengancam keselamatan nelayan.

“Kenyataanya saran teknis para nelayan kurang digubris oleh pemerintah, kini bangunan break watter tetap saja kontruksinya melawan arus, ” ungkapnya.

Menurut dia, bila kondisi bangunan break watter tetap melawan arus, maka akan banyak perahu nelayan yang rusak akibat terbentur bangunan break watter. Lebih-lebih belakangan ini kondisi ombak sangat deras. “Yang jelas, saat ini bila dilihat sisi kontruksi bangunan break watter kondisinya sangat membahayakan nelayan, ” katanya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan