PENDIDIKAN

BEM Stikes Sukabumi Gelar Seminar ODGJ

SUKABUMI– Banyaknya permasmasalahan cara penanganan “salah” kepada penderita gangguan jiwa dikalangan masyarakat, semakin miris, melihat itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Sukabumi bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sukabumi menggelar acara seminar “Waspada Gangguan Jiwa Sekitar Kita” Di Gedung Juang, Cikole Kota Sukabumi, Minggu (2/9)

Ketua PPNI Kota Sukabumi Irawan Irawan Danismaya mengatakan, stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa masih buruk, bahkan mereka yang tidak mengerti cara penanganan terhadap salah satu keluarganya yang mengalami orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) memperlakukan orang gila tersebut dengan cara dipasung, dikucilkan dan disebut “gila”.

Untuk itu, pemerintah daerah memeliki peranan kewajiban untuk menciptakan lingkungan hidup bagi warga yang menjauhkan munculnya resiko gangguan jiwa, dimulai dengan upaya pembinaan pada setiap keluarga.

“Salah satu tujuannya seminar ini untuk mengkampayekan upaya pencegahan dan perlakuan yang benar terhadap ODGJ.

Harapannya bagi PPNI ini tidak hanya seminar tetapi kedepan harus ada actionnya dan Pemda bisa menjebatani gerakan sehat jiwa dimulai dari keluarga, PPNI bahkan sudah memulai dengan home care di 15 kelurahan dengan sasaran keluarga resiko tinggi yang mempunyai anggota keluarga yang sakit termasuk ODGJ,” ucapnya.

Adapun peserta dari umum dan mahasiswa kesehatan se-Kota dan Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Tasikmalaya. Sementara pembicara atau narasumber diantaranya, Prof Budi Anna Keliat selaku Pakar kesehatan jiwa, guru besar UI2 Iyus Yosep, Akademisi Ilmu Keperawtaan Jiwa dari Unpad Siti Sugih, Pakar terapi relaksasi Seni Usik Wiwitan dari Stikes Bakti Kencana Bandung. (wdy)

Tags

Tinggalkan Balasan