EKONOMI

Kue Cincin yang Mulai Sulit ditemukan

SUKABUMI– Daerah Sukabumi memiliki beragam jenis makanan, dari yang tradisional hingga modern. Salah satu makanan tradisional yang masih legendaris dan masih banyak dikenal masyarakat, diantaranya Kue Cincin. Nama sebutannya Ali agrem, merupakan makanan ciri khas Sunda, bentuknya menyerupai donat, dengan bolongan kecil ditengahnya.

Ali itu berarti cincin, sesuai dengan bentuknya menyerupai cincin. Makanan ini biasanya hadir dalam acara pernikahan. Rasanya manis meski tidak menggunakan topping. Konon, Ali agrem merupakan nenek moyangya donat, sehingga disebut dengan donat khas dari daerah Sunda.

Salah satu pengrajin Ali agrem di Jalan Cikiray Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi tampak sibuk membereskan Ali agrem siap untuk dijual, dan biasanya Ali agrem dijual ke berbagai daerah seperti Bogor hingga Jakarta.

Ali agrem tersebut terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah dan sedikit gula putih. Adonan diaduk tanpa menggunakan air. Kemudian adonan digoreng hingga berwarna keemasan. Setelah itu dikemas dan diberikan merk, jadilah Ali agrem yang siap untuk dijual.

“Ali agrem ini sudah jarang untuk ditemukan didaerah Sukabumi, apalagi daerah kotanya, di Kabupaten juga sudah jarang yang menjadi pengrajin kue tradisional ini, Padahal Ali agrem ini makanan yang harus selalu dilestraikan, makanya sampai sekarang saya bertahan menjadi seorang pengrajin Ali agrem,”ujar Ujang Ms ( 47) salah seorang pengrajin Ali agrem saat ditemui Radar Sukabumi disela-sela saat ia bekerja di Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.Kamis (9/8).

Ditengah maraknya makanan modern yang mulai bermunculan, akan tetapi Ali agrem ini tetap menjadi sasaran masyarakat sekitar, bahkan terkadang masyarakat luar daerah pun memesan untuk acara tertentu, seperti acara pernikahan. Ujang menjelaskan, setiap harinya ia bisa menghabiskan adonan hingga 2 kwintal. Satu bungkus Ali agrem dihargai sekitar Rp 3 ribu.

“Sayangnya, masih banyak peminat dari masyarakat, tetapi Ali agrem ini sudah sulit untuk ditemukan di perkotaan Sukabumi, paling hanya ada di daerah Kabupaten saja seperti Cisaat, dan Cicurug. pamornya kalah dengan makanan-makanan lain yang lebih modern, padahal harganya pun pas sesuai dengan kantong para konsumen,”paparnya.

Sungguh disayangkan, rasa manis Ali agrem ternyata tidak semanis nasibnya kini,Padahal Ali agrem merupakan makanan yang cocok untuk menikmati dinginnya udara di Sukabumi, ditambah dengan secanggir teh manis hangat.

ia pun berharap, Sebaiknya pemerintah Kota ataupun Kabupaten Sukabumi, memberikan kesempatan untuk para pengrajin kue tradisional dengan menyelenggarakan festival kuliner, agar masyarakat Sukabumi mengetahui berbagai macam makanan khas nusantara, khususnya makanan khas Sunda.

“Saya berharap semoga pemerintah Sukabumi, menyelenggrakan acara festival kuliner khas nusantara, agar makanan tradisional selalu dikenal oleh masyarakat, dan kesempatan juga untuk para pengrajin Ali agrem untuk mengadirkan makanan tradisional ini, agar tidak punah, dan selalu di ingat oleh masyarakat.”terangnya.

 

(pkl/19).

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close