KOTA SUKABUMISUKABUMI

KAMMI Gelar Aksi Tutup Mulut Pake Lakban, Tolak Kenaikan BBM

CIKOLE- Kebijakan Pemerintah menaikan harga BBM  jenis pertalite sebesar Rp 200 per liter. Harga jual Pertalite per 24 Maret 2018 yang awalnya Rp 7.600 menjadi Rp 7.800. Kenaikan tersebut dilakukan secara diam-diam oleh Pemerintah.

Oleh karena itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Sukabumi, melakukan unjukrasa di Gedung DPRD Kota Sukabumi kemarin (29/3).

Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah yang menaikan harga BBM.

Dalam unjukrasa tersebut, KAMMI melakukan aksi mendorong motor dan menutup mulut dengan lakban sebagai bentuk sindiran kepada Pemerintah dan simbol bahwa suara rakya di bungkam.

Mereka juga membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan protes terhadap tindakan pemerintah yang menaikan harga BBM.

Dalam aksi yang di lakukan KAMMI ini, tidak ada satu pun anggota DPRD Kota Sukabumi yang menemui mereka.

“Tidak ada satu pun anggota dewan yang mau menemui kami,   kami kecewa, karena kita ingin menyampaikan aspirasi rakyat, padahal kami datang secara baik-baik,” ujar Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI, Oksa Bachtiar Camsyah.

Oksa melanjutkan,  tidak adanya anggota DPRD Kota Sukabumi, ini merupakan kado buruk bagi hari ulang tahun Kota Sukabumi yang akan jatuh dua hari lagi.

Ia juga mengatakan, jika nanti dalam waktu dekat. Kembali akan adanya aksi susulan oleh KAMMI Cabang Sukabumi,  hingga tuntutan mereka di tanggapi dan di sampaikan kepada Pemerintah.

“Karena ini isu Nasional maka kita tidak akan diam saja,” tegasnya

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan