KOTA SUKABUMI

Polisi Jaring 3.395 Pelanggar, 18 Hari Operasi Lodaya

SUKABUMI — Memasuki hari ke-18 Operasi Keselamatan Lodaya 2018, Jalajaran Satuan Lalaulintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota menjaring 3.395 kendaraan roda dua dan empat yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kepala Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bima Gunawan Jauharie mengungkapkan, dari operasi tersebut, kendaraan roda dua mendominasi pelanggaran. Adapun rinciannya pelanggaran yakni, sebanyak 998 pelanggaran tidak menggunakan helm, 999 melawan arus, 10 orang mengemudikan kendaraan dalam kondisi mabuk, 30 kendaraan melampaui kecepatan, 285 tidak menggunakan sabuk keamanan, 204 mengemudi sambil menggunakan Hp dan 839 anak dibawah umur.

“Apabila dilihat dari data tersebut, di Kota Sukabumi banyak pelanggaran tidak menggunakan helm dan melawan arus lalulintas. Ke dua pelanggaran ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang lainnya,” kata Bima kepada Radar Sukabumi, Jumat (23/3).

Ia menambahkan, selama operasi berlangsung, pihaknya tidak langsung melakukan penindakan penilangan, tetapi memberikan teguran selama minggu pertama dan kedua operasi. “Minggu pertama dan Minggu ke dua hanya dilakukan peneguran dan Minggu ke tiganya baru dilakukan penindakan,” paparnya.

Dalam oprasi tersebut sambung dia, Satlantas Polres Sukabumi Kota, fokus terhadap tujuh pelanggaran. Diantaranya, pelanggaran helm, sabuk keselamatan, lawan arus, mengendarai kendaraan dengan melebihi batas kecepatan, mengemudi dengan keadaan mabuk, anak dibawah umur dan penggunaan Hp saat berkendara. “Tujuh pelanggaran ini menjadi target kita dalam opesati kali ini,” ujarnya.

Polres Kota Sukabumi - Polisi Jaring 3.395 Pelanggar, 18 Hari Operasi LodayaDia mengaku, jumlah pelanggaran lalulintas di Kota Sukabumi dinilai lebih sedikit dibandingkan dengan kota lainnya. Hal itu, membuktikan bahwa masyarakat Kota Sukabumi sudah mulai sadar akan keselamatan berlalulintas.

Terlebih, Satlantas Polres Sukabumi Kota baru ini berhasil menoreh Juara III menekan tingkat kecelakaan berlalulintas tingkat nasional. Kejuaraan ini, juga menjadi barometer keberhasilan dalam penekanan laka lantas di Kota Sukabumi. “Kami terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat juga pelajar dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan berlalulintas dengan benar,” terangnya.

Dirinya menambahkan, dengan terus digencarkannya penindakan kepada sejumlah pengendara yang melanggar. Maka, hal itu akan semakin mengkikis pelanggaran di Kota Sukabumi. Karena, pengendara akan semakin memahami dan sadar berlalulintas yang baik.

“Kami harap, dengan uapaya yang terus digencarkan ini bisa membuahkan hasil yang maksimal. Hingga, mampu menekan angka kecelakaan di Kota Sukabumi ke depannya,” pungkasnya. (cr16/t)

Tags

Tinggalkan Balasan