KOTA SUKABUMISUKABUMI

Inilah Alasannya Polisi Sisir Bom di 19 Gereja di Kota Sukabumi

Mungkin masih banyak di kalangan masyarakat yang tidak mengetahui secara pasti tentang alasan mengapa aparat kepolisian selalu melakukan penyisiran bom di seluruh gereja yang tersebar di wilayah Kota Sukabumi pada saat menjelang perayaan Natal setiap tahunnya.

Alasannya, tentu saja peristiwa ledakan bom yang pernah terjadi di dua gereja di Kota Sukabumi pada malam Natal di tahun 2000. Kejadian tersebut telah merenggut dua jiwa dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka akibat terkena ledakan. Alasan lainnya dilakukan penjagaan, tak lain adalah peran dan fungsi lembaga kepolisian yang memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan wilayah. Terutama menjamin rasa nyaman bagi masyarakat dalam beraktifitas, termasuk dalam menjalankan ibadah bagi agamanya masing-masing.

Pada tragedi bom di tahun 2000 itu, dua gereja yang telah menjadi sasaran aksi kelompok teroris pimpinan Dr Azhari tersebut antara lain Gereja Pantekosta Sidang Kristus yang berlokasi di Jalan Masjid  Alun-Alun Utara dan gereja yang berada di Jalan Otto Iskandardinata.

Bukan hanya di Sukabumi saja, dalam waktu yang hampir bersamaan kejadian serupa juga melanda puluhan gereja di tujuh daerah lainnya di Indonesia. Antara lain Jakarta, Bandung, Pangandaran, Kudus, Batam, Pekanbaru dan Mataram. Secara keseluruhan aksi teror bom di seluruh daerah tersebut telah menghilangkan nyawa sebanyak 16 orang, 96 lainnya mengalami luka-luka dan merusak 37 mobil.

Sejak saat itulah sampai kini kepolisian memberlakukan tindakan pengamanan secara ketat di gereja-gereja, termasuk di wilayah Kota Sukabumi setiap menjelang perayaan Natal. Seperti yang terjadi baru-baru ini, Polres Sukabumi Kota melaksanakan sterilisasi bom di seluruh gereja dengan melibatkan Tim Penjinak Bom (Jibom) yang diterjunkan langsung dari Polda Jawa Barat.

“Sebanyak 19 gereja telah di sterilisasi. Pemeriksaan dengan menggunakan alat pendeteksi bom dilakukan secara menyeluruh mulai dari setiap ruangan yang ada di dalam gereja, sudut bangunan hingga ke halaman dan lokasi terdekat gereja, terutama pada barang-barang yang dianggap mencurigakan,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo kepada wartawan, baru-baru ini.

Dikatakan Susatyo tindak pengamanan menjelang dan di hari perayaan Natal nanti, pihaknya telah menyiagakan 180 personel. Mereka akan ditempatkan secara menyebar di setipa lokasi dengan pola penjagaan selama 1×24 jam. Untuk proses pemeriksaan jamaat diserahkan kepada pihak gereja. Pasalnya mereka jauh lebih mengenal setiap jamaatnya. Setelah perayaan hari besar umat Kristiani itu pengamanan kepolisian akan berlanjut hingga perayaan tahun baru.

“Setidaknya ada delapan orang personil yang akan melakukan penjagaan di setiap gereja, ini belum termasuk dengan personil kepolisian yang melakukan pengamanan tertutup di titik tertentu di sekitar gereja serta tim kepolisian yang melakukan pengamanan melalui patroli,” beber Sustyo.

 

 

 

Tags
loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close