EKONOMI

Lagi, Kota Sukabumi Inflasi 0.19 Persen

SUKABUMI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi mencatat, di November 2017 Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar 0.19 persen.

Laju inflasi tahun kalender sampai dengan November 2017, mengalami inflasi sebesar 3.50 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year) pada November 2017, terhadap November 2016 sebesar 3.97 persen.

Kasi Distribusi BPS Kota Sukabumi Sri Rahmawati mengatakan, dari hasil pendataan harga di Kota Sukabumi, tercatat bahwa inflasi yang terjadi di November 2017 sebesar 0.19 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129.23 persen di Oktober 2017, menjadi 129.47 pada November 2017.

Ia menyebutkan terjadinya inflasi pada November 2017, dipicu oleh adanya kenaikan harga beberapa komoditas dari masing-masing kelompok.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar, ada pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yaitu sebesar 0.87 persen, kemudian diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serbesar 0.37 persen,” ujar Sri Rahmawati kepada Radar Sukabumi.

Secara umum komoditas yang menyumbangkan andil inflasi/deflasi di November 2017, tercatat sebanyak 108 barang/jasa dalam paket komoditas Kota Sukabumi yang mengalami perubahan harga di November. Di mana sebanyak 72 barang/jasa mengalami kenaikan. Sementara 36 lainnya mengalami penurunan harga.

Adapun sepuluh komoditas tertinggi yang mengalami perubahan andil inflasi dan deflasi di November. Andil inflasi disumbangkan oleh tarif rekreasi sebesar 0.0359 persen, gula pasir sebesar 0.0418 persen, bawang merah sebesar 0.0366 persen, tomat sayur sebesar 0.0359 persen, daging ayam ras sebesar 0.0322 persen, rokok kretek filter sebesar 0.0159 persen, genteng sebesar 0.0068 persen, dan rokok putih sebesar 0.0066 persen.

“Sedangkan untuk andil deflasi disumbang oleh komoditas bawang putih sebesar 0.0344 persen, sawi hijau sebesar 0.0177 persen, minyak goreng sebesar 0.0174 persen, ikan gabus sebesar 0.0124 persen, ketimun sebesar 0.0118 persen, kentang sebesar 0.0117 persen, daging sapi sebesar 0.0090 persen dan kelapa sebesar 0.0052 persen,” terangnya.

Sementara itu dari tujuh kota pantauan IHK Jawa Barat (Jabar), November 2017 seluruhnya mengalami inflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0.41 persen.

Kota Sukabumi sebesar 0.19 persen, Kota Bandung sebesar 0.39 persen, Kota Cirebon sebesar 0.16 persen, Kota Bekasi sebesar 0.02 persen, Kota Depok sebesar 0.12 persen dan Kota Tasikmalaya sebesar 0.13 persen.(wdy)

Tags

Tinggalkan Balasan