KABUPATEN SUKABUMI

Enam Jam, Dua Motor Raib

CIKEMBAR – Dalam waktu sekira enam jam, dua warga Kecamatan Cikembar kehilangan sepeda motornya. Hal ini semakin menambah daftar panjang, bahwa di wilayah ini rawan terjadi tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Warga yang menjadi korban Curanmor itu ialah Iho (30), warga Kampung Tenjolaut, RT 3/10, Desa Bojongkembar dan Dede Apriandi (25), warga Kampung Babakan, RT 1/9, Desa Kertaraharja. Kendaraan mereka raib pada Senin (30/10) malam kemarin.

Kepada Radar Sukabumi, Iho mengatakan, motor varionya raib sekira pukul 03.00 WIB, dini hari. Saat itu, ia terbangun untuk persiapan salat subuh. Namun, ia dikagetkan dengan kondisi rumah yang lantainya penuh dengan bekas kaki dan motor yang baru satu bulan dikreditnya hilang.

“Saya menduga mereka lebih dari tiga orang dan masuk rumah dengan cara menjebol dinding dapur yang terbuat dari anyaman bambu menggunakan golok. Setelah itu, pelaku masuk ke rumah dan mengambil motor yang disimpan di ruangan paviliun,” ujar Iho saat di Mapolsek Cibadak, kemarin.

Korban lainnya, Dede Apriandi (25) mengaku, aksi kawanan pencuri yang menggondol motor beatnya sungguh nekad. Pasalnya, pencurian dilakukan pada pagi hari sekira pukul 09.30 WIB saat ia belanja ke salah satu toko mebeul di wilayah Cikembar.

“Paling juga ditinggalkan 10 menit, motor saya yang diparkirkan depan toko mebeul itu, langsung hilang. Padahal sudah dikunci stang, tetapi tetap saja hilang,” ujarnya.

Setelah mengetahui motornya hilang, ia langsung kaget dan segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cikembar.

“Mudah-mudahan motor yang hilang itu, pelakunya bisa ditangkap oleh polisi dan motor saya bisa kembali lagi,” papar Dede yang diamini Iho.

Sementara itu, Kapolsek Cikembar, AKP I Djubaedi melalui Humas Polsek Cikembar, Iptu Hendi membenarkan di wilayah hukumnya telah terjadi aksi Curanmor tersebut.

“Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan. Setalah bukti sudah terkumpul, kita akan melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ucapnya.

Atas kejadian ini, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga supaya lebih berhati-hati dan mewaspadai jika menyimpan motor di rumah atau pun di tempat parkiran umum.

“Selain harus dikunci stang, juga harus dikunci gembok, sehingga peristiwa Curanmor dapat diminimalisir,” pungkasnya. (cr13/d)

Tags

Tinggalkan Balasan